Bos Starbucks Lengser Usai Boikot Israel Menggerus Penjualan

Rabu, 14 Agustus 2024 - 18:38 WIB
Beberapa konsumen telah mengurangi mengonsumsi kopi mahal tersebut di tengah melemahnya daya beli, sementara yang lain memboikot bisnis peritel asal AS itu karena dugaan hubungannya dengan Israel. Baca Juga: Buntut Aksi Boikot, Starbucks Mulai Ganti Nama?

Saham Starbucks ambles sekitar 25% dalam 12 bulan terakhir, namun perlahan kembali naik sekitar 20% pada hari Selasa setelah kepergian Narasimhan diumumkan.

Perusahaan kopi itu dilanda boikot selama setahun terakhir karena dukungannya terhadap Israel di tengah konflik di Gaza.

Ketegangan meningkat setelah perusahaan menggugat serikat pekerja Starbucks Workers United (SWU) atas pelanggaran merek dagang di Iowa. Aksi hukum tersebut sebagai respons atas serikat pekerja yang mengungkapkan "solidaritas dengan Palestina" dalam sebuah postingan media sosial menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober.

Pada bulan Maret, waralaba Starbucks di Timur Tengah mengumumkan rencana memberhentikan ribuan pekerja karena penurunan penjualan yang disebabkan oleh boikot Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!