Ancaman Resesi Makin Nyata, Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi Kita Sangat Rapuh
Selasa, 25 Agustus 2020 - 19:52 WIB
Proyeksi negatif tersebut juga disebabkan oleh belum pulihnya berbagai kegiatan ekonomi yang tercermin dari kinerja penerimaan pajak. Kontraksi penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) juga menggambarkan belum pulihnya konsumsi masyarakat.
Setelah pada Juni menjadi satu-satunya sektor usaha utama yang mampu membalik situasi dan tumbuh positif, penerimaan sektor transportasi dan pergudangan pada Juli 2020 tercatat minus 20,93%.
(Baca Juga: Rapuh, Menkeu Sebut Ekonomi RI Bisa Negatif Sepanjang Tahun 2020 )
Menurutnya kondisi serupa terjadi di kawasan ASEAN, dimana beberapa negara sudah lebih dulu terjun ke jurang resesi. "PDB Negara-negara ASEAN-5 pun tidak luput dari pertumbuhan negatif hingga 2 digit," katanya.
Dia menambahkan pandemi ini masih menjadi faktor utama yang menentukan kegiatan dan pemulihan ekonomi. Perbaikan bulan Juli ini masih berlanjut tapi belum ada tanda-tanda yang sifatnya masih sangat rapuh. "Pemulihan ekonomi kita sangat rapuh," tandasnya.
Setelah pada Juni menjadi satu-satunya sektor usaha utama yang mampu membalik situasi dan tumbuh positif, penerimaan sektor transportasi dan pergudangan pada Juli 2020 tercatat minus 20,93%.
(Baca Juga: Rapuh, Menkeu Sebut Ekonomi RI Bisa Negatif Sepanjang Tahun 2020 )
Menurutnya kondisi serupa terjadi di kawasan ASEAN, dimana beberapa negara sudah lebih dulu terjun ke jurang resesi. "PDB Negara-negara ASEAN-5 pun tidak luput dari pertumbuhan negatif hingga 2 digit," katanya.
Dia menambahkan pandemi ini masih menjadi faktor utama yang menentukan kegiatan dan pemulihan ekonomi. Perbaikan bulan Juli ini masih berlanjut tapi belum ada tanda-tanda yang sifatnya masih sangat rapuh. "Pemulihan ekonomi kita sangat rapuh," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :