47 Negara Siap Bergabung dengan BRICS, Dolar Makin Tersisih

Selasa, 20 Agustus 2024 - 15:00 WIB
Baca Juga: Negara Baru Siap Dikukuhkan di KTT BRICS Rusia 2024, Ada Indonesia?

Sementara itu, tujuan dedolarisasi yang digaungkan blok tersebut mencapai tonggak sejarah minggu ini, di mana Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengumumkan bahwa lebih dari 90% perdagangan antara negaranya dan China diselesaikan dalam mata uang asli mereka.

"Perdagangan dan kerja sama ekonomi Rusia-China sedang berkembang secara aktif, meskipun ada upaya terus-menerus dari negara-negara Barat kolektif untuk menghentikan laju perdagangan," kata Lavrov. Selain itu, ia mencatat bahwa hampir semua perdagangan diselesaikan di luar dolar AS. Sekarang, blok tersebut berupaya untuk memperluas produksi semacam itu ke anggota lainnya. Saat ini, BRICS beranggotakan sembilan negara, pasca-KTT 2023 di mana Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab (UEA) bergabung dengan blok tersebut.

Kelompok tersebut sejauh ini telah terbukti berhasil dalam dedolarisasi. Sejak 2002, cadangan dolar AS telah turun 14% di tengah kebangkitan BRICS. Menurut Atlantic Councill's Dolar DominabceMonitor,pangsa cadangan global dolar AS terus menurun. Jika satu dekade lalu, angka itu di atas 72%, pada tahun ini turun menjadi hanya 58%. Penurunan ini kemungkinan disebabkan oleh tindakan BRICS terhadap dolar, dan kekhawatiran yang terus berlanjut atas rapuhnya ekonomi AS secara keseluruhan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!