Saling Balas, Pertarungan China dan Uni Eropa Makin Panas

Senin, 26 Agustus 2024 - 08:57 WIB
Baca Juga: Bangkitkan Amarah Naga, Produk-produk Eropa Terancam Tarif Tinggi

Dia menekankan kesediaan Uni Eropa untuk melawan tekanan eksternal. Rangkaian peristiwa ini menyoroti dinamika yang kompleks antara dua raksasa ekonomi ini. Pabrikan China, yang telah terpengaruh oleh biaya tambahan sementara yang diperkenalkan oleh UE Juli lalu, mengalami penurunan penjualan yang drastis, dengan penurunan sebesar 45% antara Juni dan Juli 2024.

Situasi di Prancis mencerminkan tren ini, di mana langkah-langkah seperti bonus lingkungan baru pada kendaraan yang diproduksi di Eropa semakin memperparah kesulitan bagi model China. MG4, kendaraan yang populer di Prancis, mencatat penurunan penjualan sebesar 33% antara Januari dan Juli tahun ini. Kedua belah pihak sekarang tampaknya terlibat dalam spiral tindakan dan tindakan balasan, dengan potensi dampak bagi industri di kedua belah pihak.

Saling Balas

China dan Uni Eropa saling balas menyerang. Konfrontasi ini dapat menandai awal dari konflik perdagangan yang lebih luas antara Uni Eropa dan China. Meskipun Brussels mengatakan siap untuk mengeksplorasi solusi alternatif sesuai dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Beijing tidak menunjukkan tanda-tanda akan melonggarkan strategi balasannya.

"Perang dagang ini mungkin tidak dapat dihindari," kata Josep Borrell, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!