Keroyokan Mendorong UMKM TWC Borobudur jadi Ahli Marketplace dan Social Commerce
Kamis, 29 Agustus 2024 - 22:04 WIB
BI, PT Pos Indonesia, dan Exporthub.id bersinergi dalam mendorong UMKM TWC Borobudur untuk mengikuti pelatihan dan inkubasi guna meningkatkan keahlian mereka di bidang Marketplace dan Social Commerce. Foto/Dok
MAGELANG - Bank Indonesia (BI), PT Pos Indonesia, dan Exporthub.id bersinergi dalam mendorong UMKM Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur untuk mengikuti pelatihan dan inkubasi guna meningkatkan keahlian mereka di bidang Marketplace dan Social Commerce.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 perwakilan dari total 1.300 UMKM di TWC Borobudur dan diresmikan secara daring melalui Zoom. Acara ini dihadiri oleh Deputi Direktur Bank Indonesia, Dedi Noor Cahyanto; Vice President Product Management PT Pos Indonesia, Adrian Kurniawan; serta Managing Director Exporthub.id, Amalia Prabowo.
Baca Juga: Libatkan 20 Desa, TWC Siapkan Sandal Khusus Naik Candi Borobudur
Dalam sambutannya, Dedi Noor Cahyanto menyampaikan bahwa terdapat empat target utama yang diharapkan dapat tercapai selama pelatihan satu bulan ini. "Pertama, terbentuknya toko online atas nama koperasi Taman Wisata Candi di marketplace. Kedua, lahirnya 100 content creator yang dapat membantu memasarkan produk-produk UMKM di marketplace dan Social Commerce. Ketiga, para UMKM dapat melakukan self-declare halal melalui kantor pos setempat. Dan terakhir, para UMKM dapat menembus pasar global," jelas Dedi.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 perwakilan dari total 1.300 UMKM di TWC Borobudur dan diresmikan secara daring melalui Zoom. Acara ini dihadiri oleh Deputi Direktur Bank Indonesia, Dedi Noor Cahyanto; Vice President Product Management PT Pos Indonesia, Adrian Kurniawan; serta Managing Director Exporthub.id, Amalia Prabowo.
Baca Juga: Libatkan 20 Desa, TWC Siapkan Sandal Khusus Naik Candi Borobudur
Dalam sambutannya, Dedi Noor Cahyanto menyampaikan bahwa terdapat empat target utama yang diharapkan dapat tercapai selama pelatihan satu bulan ini. "Pertama, terbentuknya toko online atas nama koperasi Taman Wisata Candi di marketplace. Kedua, lahirnya 100 content creator yang dapat membantu memasarkan produk-produk UMKM di marketplace dan Social Commerce. Ketiga, para UMKM dapat melakukan self-declare halal melalui kantor pos setempat. Dan terakhir, para UMKM dapat menembus pasar global," jelas Dedi.
Lihat Juga :