BRICS Bukan Bahaya! IMF Mendukung Ekspansi Geng Rusia-China
Jum'at, 13 September 2024 - 17:54 WIB
Sebelumnya Presiden Rusia, Vladimir Putin mencatat, bahwa ada 34 negara telah menyatakan minat pada BRICS, dan diskusi terus berlangsung tentang kemitraan potensial.
Baca Juga: Rusia Ungkap Alasan Banyak Negara Gabung BRICS: Mereka Lelah dengan AS
Ditanya apakah IMF melihat BRICS sebagai sesuatu yang berbahaya, Kozack menjawab, "pandangan kami bahwa peningkatan dan perluasan kerja sama internasional serta memperdalam hubungan perdagangan dan investasi di antara kelompok negara harus disambut dan didorong," ungkapnya.
Terutama jika ditujukan untuk "mengurangi fragmentasi dan menurunkan biaya perdagangan dan investasi" di antara negara-negara yang berpartisipasi. Dia juga menambahkan, bahwa "keputusan untuk bergabung dengan inisiatif semacam itu adalah keputusan berdaulat dari masing-masing negara anggota."
Ankara sebelumnya telah menegaskan haknya untuk menjalin hubungan dengan negara atau organisasi internasional manapun yang dipilihnya. Turki menyatakan, bahwa keterlibatannya dengan BRICS atau Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) tidak mengganggu komitmen yang lain, termasuk NATO.
Baca Juga: Rusia Ungkap Alasan Banyak Negara Gabung BRICS: Mereka Lelah dengan AS
Ditanya apakah IMF melihat BRICS sebagai sesuatu yang berbahaya, Kozack menjawab, "pandangan kami bahwa peningkatan dan perluasan kerja sama internasional serta memperdalam hubungan perdagangan dan investasi di antara kelompok negara harus disambut dan didorong," ungkapnya.
Terutama jika ditujukan untuk "mengurangi fragmentasi dan menurunkan biaya perdagangan dan investasi" di antara negara-negara yang berpartisipasi. Dia juga menambahkan, bahwa "keputusan untuk bergabung dengan inisiatif semacam itu adalah keputusan berdaulat dari masing-masing negara anggota."
Ankara sebelumnya telah menegaskan haknya untuk menjalin hubungan dengan negara atau organisasi internasional manapun yang dipilihnya. Turki menyatakan, bahwa keterlibatannya dengan BRICS atau Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) tidak mengganggu komitmen yang lain, termasuk NATO.
Lihat Juga :