AS Cari 6 Juta Barel Minyak Mentah untuk Perkuat Cadangan

Rabu, 18 September 2024 - 07:56 WIB
Presiden AS, Joe Biden mengumumkan penjualan tahun 2022, menjadi paling besar yang pernah ada dari cadangan, setelah Rusia, salah satu dari tiga produsen minyak teratas dunia, menginvasi Ukraina. Perang Rusia-Ukraina membantu mendorong harga bensin ke rekor lebih dari USD5 per galon.

Pemerintah sejauh ini telah membeli kembali lebih dari 50 juta barel, setelah menjual 180 juta barel dengan harga rata-rata sekitar USD95 per barel, kata Departemen Energi.

Di sisi lain harga minyak saat ini berada di bawah target harga pembelian kembali, konflik di Timur Tengah dan faktor lainnya berpotensi dengan cepat meningkatkan harga minyak kembali. Pada bulan April, AS membatalkan pembelian SPR minyak karena adanya kenaikan harga.

Cadangan saat ini menampung 380 juta barel, yang sebagian besar adalah minyak mentah asam, atau minyak yang direkayasa oleh banyak kilang AS untuk diproses. Cadangan yang paling banyak dipegang oleh AS yakni mencapai hampir 727 juta barel pada tahun 2009.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!