China Kuasai Harta Karun Super Langka Dunia, AS dan Sekutu Tak Terima
Minggu, 22 September 2024 - 08:22 WIB
Tokyo berinvestasi di Lynas pada 2011 dengan nilai investasi sebesar USD250 juta setelah Beijing menghentikan pasokan untuk sementara waktu karena sengketa teritorial. Butuh waktu dua tahun sebelum produksi uji coba dimulai dan bahkan lebih lama lagi untuk meningkatkannya ke tingkat yang diperkirakan, menurut pernyataan perusahaan. Perusahaan ini baru menghasilkan keuntungan pada tahun 2018.
Baca Juga: Rusia Tak Inginkan Perang Atom, tapi Senjata Nuklirnya Siap Tempur Penuh
Dukungan dari perusahaan-perusahaan Jepang dan pemerintah yang membuat Lynas tetap bertahan, kata CEO Amanda Lacaze dalam sebuah wawancara;
"Jepang mendukung Lynas dengan memberikan sejumlah uang untuk modal dan investasi serta pengembangan aset kami, tetapi juga mendukung kami melalui periode harga yang sangat, sangat rendah."
"Jepang akhirnya mengurangi ketergantungannya pada pasokan tanah jarang dari China menjadi sekitar 60% dari 80%-90%," kata mantan Menteri Keamanan Ekonomi Takayuki Kobayashi dalam sebuah wawancara dilansir Yahoo Finance dari Bloomberg, Minggu (22/9/2024).
"Jika kita benar-benar menginginkan sebuah industri ini, kita harus menyadari bahwa kita sedang memainkan permainan mengejar ketertinggalan selama 30 tahun," kata dia.
Baca Juga: Rusia Tak Inginkan Perang Atom, tapi Senjata Nuklirnya Siap Tempur Penuh
Dukungan dari perusahaan-perusahaan Jepang dan pemerintah yang membuat Lynas tetap bertahan, kata CEO Amanda Lacaze dalam sebuah wawancara;
"Jepang mendukung Lynas dengan memberikan sejumlah uang untuk modal dan investasi serta pengembangan aset kami, tetapi juga mendukung kami melalui periode harga yang sangat, sangat rendah."
"Jepang akhirnya mengurangi ketergantungannya pada pasokan tanah jarang dari China menjadi sekitar 60% dari 80%-90%," kata mantan Menteri Keamanan Ekonomi Takayuki Kobayashi dalam sebuah wawancara dilansir Yahoo Finance dari Bloomberg, Minggu (22/9/2024).
"Jika kita benar-benar menginginkan sebuah industri ini, kita harus menyadari bahwa kita sedang memainkan permainan mengejar ketertinggalan selama 30 tahun," kata dia.
(nng)
Lihat Juga :