Keruk Harta Karun Super Langka, Amerika Bersumpah Siap Bersaing dengan China

Rabu, 25 September 2024 - 07:44 WIB
Monopoli nyaris sempurna ini memungkinkan negara ini mendikte harga dan menciptakan ketidakpastian bagi para pengguna akhir melalui kontrol ekspor.

Pada tahun lalu, China telah menerapkan kontrol ekspor terhadap beberapa logam penting seperti germanium, galium, dan antimon, sehingga memaksa pemerintah negara-negara barat untuk mencari alternatif.

Fasilitas pengolahan Tanah Jarang SRC telah memulai produksi dalam skala komersial dan berharap dapat mencapai target produksi 40 ton logam tanah jarang per bulan pada akhir tahun ini, cukup untuk menggerakkan setengah juta kendaraan listrik. Fasilitas ini telah menjalin kerja sama dengan klien-klien potensial di Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat.

"Fokus kami adalah untuk tetap kompetitif dalam Indeks Harga Logam Asia," kata Muhammad Imran, wakil presiden SRC Rare Earth Element. "Kami terus berupaya mengoptimalkan fasilitas kami dengan menggunakan aplikasi kecerdasan buatan yang akan membuat proses kami tetap efisien," kata Imran dilansir dari SCMP, Rabu (24/9/2024).

Harga logam tanah jarang seperti neodymium praseodymium, yang dikenal sebagai NDPR, berfluktuasi antara USD65.000 dan USD75.000 per ton, harga yang ditentukan oleh pemerintah China. Namun, beberapa penambang telah meminta harga premium untuk logam yang diproduksi di luar RRT, dengan alasan bahwa logam-logam RRT diproduksi dengan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola yang rendah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!