3 Kerugian Ekonomi Lebanon Akibat Invasi Darat Israel, Muncul Krisis Berkepanjangan

Rabu, 02 Oktober 2024 - 13:55 WIB
Mengingat bahwa wisatawan, rata-rata, menghabiskan USD1.500 atau sekitar Rp22,9 juta per kunjungan berdasarkan angka tahun 2022, kerugian ekonomi dalam arus masuk pariwisata diperkirakan sekitar USD450 juta atau sekitar Rp6,87 triliun.

3. Sektor Investasi Menurun



Sektor investasi juga sedang menderita, dengan investasi real estate asing di wilayah selatan akan turun drastis. Faktanya pada Oktober 2023 tercatat penurunan transaksi real estate sebesar 60% secara tahunan di seluruh negeri dan penurunan sebesar 40% dibandingkan dengan rata-rata 12 tahun (2011-2022), yang menunjukkan keraguan yang lebih luas di kalangan investor.

Dengan memproyeksikan tren ini, kerugian sebesar 40% dalam investasi langsung asing (FDI) selama enam bulan diperkirakan mencapai USD105 juta. Total kerugian dalam arus dana masuk untuk Lebanon, dengan mempertimbangkan hanya kedua sektor ini, dapat mencapai sekitar USD550 juta atau sekitar Rp8,39 triliun.

Itulah beberapa kerugian ekonomi Lebanon sepanjang perang di Timur Tengah ini. Jika terjadi konflik berkepanjangan, baik pariwisata maupun investasi real estate akan terus terpuruk, sehingga negara tersebut tidak bisa lagi mendapatkan aliran masuk lebih lanjut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!