Subsidi BBM Akan Diubah ke BLT, Pengamat Wanti-wanti Inflasi

Sabtu, 05 Oktober 2024 - 11:53 WIB
Peralihan bentuk subsidi BBM menjadi BLT dinilai berisiko mendorong inflasi tinggi. FOTO/Ilustrasi
JAKARTA - Pemerintah berencana mengalihkan subsidi bahan bakar minyak ( BBM ) ke bantuan langsung tunai ( BLT ). Kendati diklaim akan lebih tepat sasaran, perubahan skema subsidi BBM ini dinilai memiliki risiko tersendiri.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) sekaligus pengamat ekonomi digital Nailul Huda mengatakan, perubahan bentuk subsidi BBM ke BLT akan mengakibatkan inflasi yang cukup tinggi. Inflasi ini, jelas dia, bukan didorong dari sisi permintaan, melainkan dari sisi penawaran yang pada akhirnya membuat permintaan masyarakat melemah.



Baca Juga: Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini

Nailul mencontohkan kasus pada tahun 2022 lalu, ketika pemerintah mengurangi subsidi ke Pertalite. Akibatnya adalah terjadi kenaikan harga Pertalite hingga hampir 50% dan beberapa bulan setelahnya inflasi meningkat menjadi hampir 6%.

"Kemudian ditambah lagi kenaikan harga barang pokok dan tarif PPN yang menyebabkan daya beli melemah di tahun 2023-2024. Pendapatan hanya naik 1,5%. Akibatnya sekarang masyarakat cenderung menahan pembelian, daya beli cenderung melemah. Deflasi dari sisi permintaan terjadi," jelas Huda saat dihubungi, Sabtu (5/10/2024).

Lebih jauh, Huda menyebutkan dampak peralihan subsidi BBM ke BLT mungkin bisa diminimalisir bagi masyarakat miskin karena mereka akan mendapat uang pengganti dari pemerintah. Namun hal ini tidak berlaku bagi masyarakat kelas menengah yang tidak menerima bantuan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!