Bahlil Buka Suara Soal Media China Soroti Kerja Paksa di Pabrik Smelter Nikel Indonesia
Jum'at, 11 Oktober 2024 - 15:23 WIB
Bahkan Bahlil menilai banyak negara merasa lebih hebat dari Indonesia, padahal sebenarnya tidak lebih hebat. "Di negara luar itu, yang merasa semua paling hebat itu. Mohon maaf, mereka bukan lebih baik daripada kita," imbuhnya.
"Yakinlah bahwa Indonesia ke depan akan menjadi negara yang baik, dengan pendapatan per kapita tinggi, GDP tinggi, dan kita mampu menjadi negara nomor 10 terbaik dalam GDP," pungkas Bahlil.
Baca Juga: Alasan di Balik Perekrutan 2.500 Pekerja China di Proyek Smelter
Sebagai informasi, tuduhan mengenai kerja paksa ini berasal dari laporan Global State of Child and Forced Labour yang diterbitkan oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) pada 5 September 2024. Dalam laporan tersebut diberitakan bahwa industri nikel Indonesia disebutkan terlibat dalam praktik kerja paksa.
"Yakinlah bahwa Indonesia ke depan akan menjadi negara yang baik, dengan pendapatan per kapita tinggi, GDP tinggi, dan kita mampu menjadi negara nomor 10 terbaik dalam GDP," pungkas Bahlil.
Baca Juga: Alasan di Balik Perekrutan 2.500 Pekerja China di Proyek Smelter
Sebagai informasi, tuduhan mengenai kerja paksa ini berasal dari laporan Global State of Child and Forced Labour yang diterbitkan oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) pada 5 September 2024. Dalam laporan tersebut diberitakan bahwa industri nikel Indonesia disebutkan terlibat dalam praktik kerja paksa.
(akr)
Lihat Juga :