Jadi Sasaran Kritik, Unilever Jual Bisnisnya di Rusia
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 07:44 WIB
Perusahaan tidak mengungkapkan detail kesepakatan yang dibuat terkait penjualan tersebut. Namun, menurut aturan divestasi yang diperkenalkan oleh pemerintah Rusia tahun lalu, perusahaan yang keluar dari Rusia perlu memperoleh izin pemerintah untuk penjualan dan diharuskan menjual aset mereka dengan diskon 50% dan membayar pajak keluar sebesar 10-15%.
Financial Times (FT) melaporkan bahwa aset perusahaan tersebut, diperkirakan bernilai 600 juta euro atau sekitar USD657 juta dan dijual seharga 520 juta euro atau sekitar USD569 juta. Operasional Unilever di Rusia mencakup empat pabrik dan menyumbang sekitar 1% dari omzet dan laba bersih grup pada tahun 2023.
Arnest Group, yang dimiliki oleh industrialis Rusia Aleksey Sagal, sebelumnya telah mengakuisisi aset lokal pembuat kaleng AS Ball Corp, pembuat bir Belanda Heineken, dan grup kosmetik Swedia Oriflame.
Unilever memproduksi merek cairan pembersih Fairy dan Domestos, sabun Dove, es krim Ben & Jerry's, dan sekitar 400 merek makanan dan bahan kimia rumah tangga lainnya. Grup tersebut menghentikan ekspor dan impor ke dan dari Rusia pada Maret 2022, dan menghentikan investasi, periklanan, dan proyek lebih lanjut di negara tersebut.
Baca Juga: Negara-negara Arab Takut Diserang Iran Jika Bantu Israel, Kini Minta Tolong AS
Financial Times (FT) melaporkan bahwa aset perusahaan tersebut, diperkirakan bernilai 600 juta euro atau sekitar USD657 juta dan dijual seharga 520 juta euro atau sekitar USD569 juta. Operasional Unilever di Rusia mencakup empat pabrik dan menyumbang sekitar 1% dari omzet dan laba bersih grup pada tahun 2023.
Arnest Group, yang dimiliki oleh industrialis Rusia Aleksey Sagal, sebelumnya telah mengakuisisi aset lokal pembuat kaleng AS Ball Corp, pembuat bir Belanda Heineken, dan grup kosmetik Swedia Oriflame.
Unilever memproduksi merek cairan pembersih Fairy dan Domestos, sabun Dove, es krim Ben & Jerry's, dan sekitar 400 merek makanan dan bahan kimia rumah tangga lainnya. Grup tersebut menghentikan ekspor dan impor ke dan dari Rusia pada Maret 2022, dan menghentikan investasi, periklanan, dan proyek lebih lanjut di negara tersebut.
Baca Juga: Negara-negara Arab Takut Diserang Iran Jika Bantu Israel, Kini Minta Tolong AS
Lihat Juga :