IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Stagnan 5% selama Pemerintahan Prabowo
Rabu, 23 Oktober 2024 - 21:19 WIB
"Hal ini telah dikompensasi oleh peningkatan prakiraan untuk negara-negara berkembang Asia, di mana lonjakan permintaan semikonduktor dan elektronik, yang didorong oleh investasi signifikan dalam kecerdasan buatan, telah meningkatkan pertumbuhan, sebuah tren yang didukung oleh investasi publik yang substansial di Tiongkok dan India," terang IMF dalam laporannya tersebut.
Sebagai informasi, proyeksi inipun jauh lebih rendah dibandingkan target yang telah dipatok Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8% pada masa kepemimpinannya.
Ramalan IMF ini juga jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi pemerintah yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yaitu sebesar 5,2% pada 2024 dan 2025.
Diberitakan sebelumnya, Prabowo Subianto mengaku dirinya kerapkali diejek lantaran menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun kedepan. Namun ia mereponnya dengan santai seraya optimis dapat mencapai target yang ditetapkannya tersebut.
"Jadi saya memang sering diejek, Prabowo apa ini, 8 persen pertumbuhan, kita dinyinyir, ya engga apa-apa," jelasnya dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024 di Senayan Jakarta Convention Center, Rabu (9/10/2024).
Sebagai informasi, proyeksi inipun jauh lebih rendah dibandingkan target yang telah dipatok Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8% pada masa kepemimpinannya.
Ramalan IMF ini juga jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi pemerintah yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yaitu sebesar 5,2% pada 2024 dan 2025.
Diberitakan sebelumnya, Prabowo Subianto mengaku dirinya kerapkali diejek lantaran menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun kedepan. Namun ia mereponnya dengan santai seraya optimis dapat mencapai target yang ditetapkannya tersebut.
"Jadi saya memang sering diejek, Prabowo apa ini, 8 persen pertumbuhan, kita dinyinyir, ya engga apa-apa," jelasnya dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024 di Senayan Jakarta Convention Center, Rabu (9/10/2024).
Lihat Juga :