Ekonomi China Babak Belur, Laba Sektor Industri Anjlok 27%
Minggu, 27 Oktober 2024 - 11:19 WIB
Seorang pria menerjang angin berjalan di Lapangan Tiananmen, sebelum sesi pembukaan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC) di Beijing, 4 Maret 2022. FOTO/Reuters
JAKARTA - Laba industri China anjlok pada September memperpanjang penurunan secara bulanan paling dalam tahun ini, menurut data resmi yang dirilis pada Minggu (27/10). Hal itu sebabkan akibat para pembuat kebijakan meningkatkan stimulus untuk merevitalisasi pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan laporan Biro Statistik Nasional (NBS), laba industri turun 27,1% pada bulan September dari tahun sebelumnya menyusul penurunan 17,8% pada Agustus. Sementara, pendapatan turun 3,5% dalam sembilan bulan pertama dibandingkan dengan kenaikan 0,5% pada periode Januari-Agustus.
Baca Juga: BRICS Tinggalkan Dolar, 3 Sektor AS Ini Paling Terpukul
Reuters melaporkan ekonomi China melambat paling dalam sejak awal 2023 dengan sektor properti yang dilanda krisis menunjukkan sejumlah optimisme karena Beijing berlomba untuk merevitalisasi pertumbuhan.
Data terbaru juga menunjukkan peningkatan tekanan deflasi, pertumbuhan ekspor yang lebih lemah dan permintaan pinjaman yang lemah meningkatkan kekhawatiran atas pemulihan ekonomi dan memperkuat kasus stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan.
Menyoroti dampak bisnis dari penurunan harga dan lemahnya permintaan, data Asosiasi Mobil Penumpang China menunjukkan laba di industri otomotif China anjlok 21,4% secara tahunan (year to year/yoy) menjadi 30,5 miliar yuan pada Agustus.
Berdasarkan laporan Biro Statistik Nasional (NBS), laba industri turun 27,1% pada bulan September dari tahun sebelumnya menyusul penurunan 17,8% pada Agustus. Sementara, pendapatan turun 3,5% dalam sembilan bulan pertama dibandingkan dengan kenaikan 0,5% pada periode Januari-Agustus.
Baca Juga: BRICS Tinggalkan Dolar, 3 Sektor AS Ini Paling Terpukul
Reuters melaporkan ekonomi China melambat paling dalam sejak awal 2023 dengan sektor properti yang dilanda krisis menunjukkan sejumlah optimisme karena Beijing berlomba untuk merevitalisasi pertumbuhan.
Data terbaru juga menunjukkan peningkatan tekanan deflasi, pertumbuhan ekspor yang lebih lemah dan permintaan pinjaman yang lemah meningkatkan kekhawatiran atas pemulihan ekonomi dan memperkuat kasus stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan.
Menyoroti dampak bisnis dari penurunan harga dan lemahnya permintaan, data Asosiasi Mobil Penumpang China menunjukkan laba di industri otomotif China anjlok 21,4% secara tahunan (year to year/yoy) menjadi 30,5 miliar yuan pada Agustus.
Lihat Juga :