Harga Bitcoin Tembus Rp1,117 Miliar, Investor Makin Optimistis
Jum'at, 01 November 2024 - 20:24 WIB
Selain itu, pengaruh dari dinamika politik di Amerika Serikat (AS) terutama minat terhadap kandidat yang mendukung kripto seperti Donald Trump maupun Kamala Harris, turut memicu sentimen positif di kalangan investor.
CEO Indodax Oscar Darmawan menyatakan kenaikan harga bitcoin kali ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset digital semakin meningkat.
"Tren bullish yang sedang dialami bitcoin adalah hasil dari kombinasi berbagai faktor eksternal. Di satu sisi, kita melihat pemangkasan suku bunga yang memberikan ruang bagi investor untuk mencari alternatif investasi yang lebih menarik. Sementara di sisi lain, stimulus fiskal dari China turut memperkuat pasar dengan memperluas likuiditas yang tersedia," jelas Oscar dalam pernyataannya, dikutip Jumat (1/11/2024).
Oscar juga menjelaskan, minat terhadap ETF Bitcoin berbasis AS merupakan perkembangan penting yang memperkuat posisi kripto di mata investor institusional. "ETF Bitcoin yang semakin diminati di Amerika Serikat mencerminkan persepsi baru bahwa kripto, khususnya bitcoin, semakin dianggap sebagai instrumen yang berpotensi memberi nilai tambah dalam portofolio investasi, terutama di tengah volatilitas pasar dan inflasi," tambahnya. Terkait dinamika politik di AS, Oscar memperingatkan bahwa hasil pemilu presiden dapat berpengaruh besar pada masa depan regulasi kripto.
"Pasar kripto saat ini sangat terpengaruh oleh prospek regulasi yang lebih ramah kripto, terutama jika kandidat pro-kripto berhasil memenangkan pemilu AS. Ini bisa membuka jalan bagi lingkungan regulasi yang lebih mendukung pertumbuhan kripto, sehingga menarik lebih banyak partisipasi dari investor institusional maupun ritel," ungkapnya.
CEO Indodax Oscar Darmawan menyatakan kenaikan harga bitcoin kali ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset digital semakin meningkat.
"Tren bullish yang sedang dialami bitcoin adalah hasil dari kombinasi berbagai faktor eksternal. Di satu sisi, kita melihat pemangkasan suku bunga yang memberikan ruang bagi investor untuk mencari alternatif investasi yang lebih menarik. Sementara di sisi lain, stimulus fiskal dari China turut memperkuat pasar dengan memperluas likuiditas yang tersedia," jelas Oscar dalam pernyataannya, dikutip Jumat (1/11/2024).
Oscar juga menjelaskan, minat terhadap ETF Bitcoin berbasis AS merupakan perkembangan penting yang memperkuat posisi kripto di mata investor institusional. "ETF Bitcoin yang semakin diminati di Amerika Serikat mencerminkan persepsi baru bahwa kripto, khususnya bitcoin, semakin dianggap sebagai instrumen yang berpotensi memberi nilai tambah dalam portofolio investasi, terutama di tengah volatilitas pasar dan inflasi," tambahnya. Terkait dinamika politik di AS, Oscar memperingatkan bahwa hasil pemilu presiden dapat berpengaruh besar pada masa depan regulasi kripto.
"Pasar kripto saat ini sangat terpengaruh oleh prospek regulasi yang lebih ramah kripto, terutama jika kandidat pro-kripto berhasil memenangkan pemilu AS. Ini bisa membuka jalan bagi lingkungan regulasi yang lebih mendukung pertumbuhan kripto, sehingga menarik lebih banyak partisipasi dari investor institusional maupun ritel," ungkapnya.
Lihat Juga :