5 Negara dengan Cadangan Lithium Terbanyak di Dunia
Jum'at, 01 November 2024 - 20:50 WIB
Cadangan lithium Australia sebagian besar ditemukan di Australia Barat. Tidak seperti yang ditemukan di Chili dan Argentina, cadangan litium Australia dalam bentuk endapan spodumene batuan keras.
Meskipun berada di urutan kedua setelah Chili dalam cadangan, Australia adalah negara penghasil lithium terbesar di dunia pada tahun 2023, dengan bertaburnya tambang lithium yang beroperasi di negara tersebut.
Negara ini adalah rumah bagi tambang lithium Greenbushes, yang dioperasikan oleh Talison Lithium, sebuah usaha patungan yang dimiliki oleh produsen lithium Tianqi Lithium, penambang Australia IGO dan Albemarle.
Greenbushes telah memproduksi lithium sejak 1985. Namun penurunan tajam harga lithium telah menyebabkan beberapa perusahaan lithium di negara itu, termasuk Arcadium Lithium dan Core Lithium membatasi atau menghentikan operasi serta proyek pengembangan lithium mereka sampai kondisi pasar membaik.
Chili bukan produsen lithium terbesar di dunia, tetapi sejauh ini memiliki cadangan lithium terbesar. Chili memiliki cadangan lithium terbesar di dunia, dengan selisih yang cukup besar. Namun Australia adalah negara teratas untuk produksi tambang lithium pada tahun 2023, dengan produksi mencapai 86 ribu metrik ton lithium.
Pada tahun 2023, cadangan lithium di Chili diperkirakan mencapai 9,3 juta metrik ton, untuk menjadi yang terbesar di dunia. Pada tahun yang sama, Australia memiliki total cadangan lithium sekitar 6,2 juta metrik ton.
Chili dilaporkan memegang sebagian besar cadangan lithium yang "dapat diekstraksi secara ekonomi" di dunia, dan Salar de Atacama menampung sekitar 33% dari basis cadangan lithium dunia.
Diterangkan Chili merupakan produsen lithium terbesar kedua pada tahun 2023 dengan 44.000 metrik ton (MT). SQM (NYSE:SQM) dan Albemarle (NYSE:ALB) adalah produsen lithium utama di Chili, dengan mayoritas operasi berada di Salar de Atacama.
Pada akhir April 2023, Presiden Chili Gabriel Boric mengumumkan rencana untuk menasionalisasi sebagian industri lithium negara itu dalam upaya untuk meningkatkan ekonomi dan melindungi lingkungan. "Ini adalah kesempatan terbaik yang kita miliki untuk bertransisi ke ekonomi yang berkelanjutan dan maju," katanya pada saat itu.
Sementara itu perusahaan pertambangan milik negara, Chili Codelco dikabarkan sedang bernegosiasi untuk mendapatkan saham yang jauh lebih besar di aset lithium SQM dan Albemarle.
Menurut Baker Institute, aturan hukum Chili yang ketat seputar konsesi pertambangan telah menghambat pembangkit tenaga lithium untuk mendapatkan pangsa pasar lithium global yang lebih besar.
Meskipun berada di urutan kedua setelah Chili dalam cadangan, Australia adalah negara penghasil lithium terbesar di dunia pada tahun 2023, dengan bertaburnya tambang lithium yang beroperasi di negara tersebut.
Negara ini adalah rumah bagi tambang lithium Greenbushes, yang dioperasikan oleh Talison Lithium, sebuah usaha patungan yang dimiliki oleh produsen lithium Tianqi Lithium, penambang Australia IGO dan Albemarle.
Greenbushes telah memproduksi lithium sejak 1985. Namun penurunan tajam harga lithium telah menyebabkan beberapa perusahaan lithium di negara itu, termasuk Arcadium Lithium dan Core Lithium membatasi atau menghentikan operasi serta proyek pengembangan lithium mereka sampai kondisi pasar membaik.
1. Chili
Cadangan lithium: 9,3 juta metrik tonChili bukan produsen lithium terbesar di dunia, tetapi sejauh ini memiliki cadangan lithium terbesar. Chili memiliki cadangan lithium terbesar di dunia, dengan selisih yang cukup besar. Namun Australia adalah negara teratas untuk produksi tambang lithium pada tahun 2023, dengan produksi mencapai 86 ribu metrik ton lithium.
Pada tahun 2023, cadangan lithium di Chili diperkirakan mencapai 9,3 juta metrik ton, untuk menjadi yang terbesar di dunia. Pada tahun yang sama, Australia memiliki total cadangan lithium sekitar 6,2 juta metrik ton.
Chili dilaporkan memegang sebagian besar cadangan lithium yang "dapat diekstraksi secara ekonomi" di dunia, dan Salar de Atacama menampung sekitar 33% dari basis cadangan lithium dunia.
Diterangkan Chili merupakan produsen lithium terbesar kedua pada tahun 2023 dengan 44.000 metrik ton (MT). SQM (NYSE:SQM) dan Albemarle (NYSE:ALB) adalah produsen lithium utama di Chili, dengan mayoritas operasi berada di Salar de Atacama.
Pada akhir April 2023, Presiden Chili Gabriel Boric mengumumkan rencana untuk menasionalisasi sebagian industri lithium negara itu dalam upaya untuk meningkatkan ekonomi dan melindungi lingkungan. "Ini adalah kesempatan terbaik yang kita miliki untuk bertransisi ke ekonomi yang berkelanjutan dan maju," katanya pada saat itu.
Sementara itu perusahaan pertambangan milik negara, Chili Codelco dikabarkan sedang bernegosiasi untuk mendapatkan saham yang jauh lebih besar di aset lithium SQM dan Albemarle.
Menurut Baker Institute, aturan hukum Chili yang ketat seputar konsesi pertambangan telah menghambat pembangkit tenaga lithium untuk mendapatkan pangsa pasar lithium global yang lebih besar.
(akr)
Lihat Juga :