Trump Kembali Jadi Presiden AS, Mantan Bos Bank Sentral Beri Peringatan ke UE

Minggu, 10 November 2024 - 09:24 WIB
Dalam analisis yang diterbitkan pada awal September, Draghi meminta Uni Eropa untuk berinvestasi besar-besaran dalam ekonominya – lebih dari dua kali lipat daripada yang dilakukan setelah Perang Dunia II.

"Untuk mendigitalkan dan mendekarbonisasi ekonomi dan meningkatkan kapasitas pertahanan kita, pangsa investasi di Eropa harus meningkat sekitar 5 persent dari PDB," tulisnya, meski Ia mengakui bahwa tugas itu "belum pernah terjadi sebelumnya."

Ekonom asal Italia itu berpendapat bahwa dengan kondisi geopolitik yang cepat "berubah-ubah" dan prospek perlindungan AS yang berkurang di masa depan, maka Uni Eropa perlu dengan cepat menyalurkan sejumlah besar uang untuk proteksi.

Prospek ekonomi untuk blok tersebut yang semaki parah adalah kenyataan ketika ia "tiba-tiba kehilangan pemasok energi terpentingnya, Rusia" setelah eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022.

"Kami telah mencapai titik di mana, tanpa tindakan, kami harus berkompromi dengan kesejahteraan kami, lingkungan, atau kebebasan kami," tulis Draghi dalam laporannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!