BP Danantara Rawan Silang Sengketa Pengelolaan Aset, Begini Saran Pengamat
Sabtu, 23 November 2024 - 13:21 WIB
Pada tahap awal, BP Danantara bakal menaungi tujuh BUMN, diantaranya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Lalu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID. Bahkan ditargetkan seluruh BUMN bakal dialihkan ke BP Danantara secara bertahap.
Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengakui bila konsep penguatan aset dan bisnis perseroan yang diusul berupa superholding. Ide ini dituangkan dalam Rancangan Undang-undang (RUU) BUMN.
Dalam RUU BUMN, tidak ada nama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara “Kita bicara road to (jalan menuju) superholding kan waktu itu,” ujar Erick saat ditemui di gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat.
Tak hanya itu, konsep superholding yang digagas Kementerian BUMN juga belum tentu sama dengan BP Danantara. Erick menyebut, konsep BP Danantara masih dalam kajian, sehingga belum diketahui detailnya.
“Kajiannya nanti tergantung, kan masing-masing ada kajian. Perubahan daripada sebuah struktur atau perusahaan itu sendiri pasti ada kajian. Yang saya kembali ini masih dikaji yang saya dengar,” paparnya.
Kendati begitu, Erick mendukung penuh pendirian BP Danantara, bila badan baru ini mampu mendorong penguatan investasi di Tanah Air.
Lalu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID. Bahkan ditargetkan seluruh BUMN bakal dialihkan ke BP Danantara secara bertahap.
Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengakui bila konsep penguatan aset dan bisnis perseroan yang diusul berupa superholding. Ide ini dituangkan dalam Rancangan Undang-undang (RUU) BUMN.
Dalam RUU BUMN, tidak ada nama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara “Kita bicara road to (jalan menuju) superholding kan waktu itu,” ujar Erick saat ditemui di gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat.
Tak hanya itu, konsep superholding yang digagas Kementerian BUMN juga belum tentu sama dengan BP Danantara. Erick menyebut, konsep BP Danantara masih dalam kajian, sehingga belum diketahui detailnya.
“Kajiannya nanti tergantung, kan masing-masing ada kajian. Perubahan daripada sebuah struktur atau perusahaan itu sendiri pasti ada kajian. Yang saya kembali ini masih dikaji yang saya dengar,” paparnya.
Kendati begitu, Erick mendukung penuh pendirian BP Danantara, bila badan baru ini mampu mendorong penguatan investasi di Tanah Air.
Lihat Juga :