One on One Bersama Wakil Kepala BP Danantara Kaharuddin Djenod: Tantangan Mengelola Aset Negara

Senin, 25 November 2024 - 08:37 WIB
Masalah regulasi akan kita benahi, kemudian juga bagaimana fundamental bisnis di tiap-tiap BUMN kita benahi. Keterbukaan itu menjadi syarat utama, sehingga pengelolaan PSU yang ada selama ini dan PSU model baru ke depan akan lebih mudah dilaksanakan. Karena ini hanya masalah di aspek manajerial, bagaimana kita mengatur penugasan pemerintah, tapi ini juga bisa memberikan return yang tinggi.

- Apakah dengan kehadiran Danantara nantinya, korupsi-korupsi dana investasi BUMN seperti sebelumnya akan hilang?

Saya pikir ini semua keinginan hampir semua rakyat Indonesia, agar korupsi ini bisa dikurangi. Satu hal kekuatan dari pimpinan kita yaitu Presiden Prabowo Subianto ini menjadi kunci, sehingga semua bergerak dengan satu visi yang besar, satu visi yang sama, dengan semangat yang sama untuk sama-sama bersih-bersih.

Kita mulai dari sekarang, kita mulai dari nol dan membuat tiap-tiap BUMN agar keterbukaan itu kita munculkan. Maka dengan keterbukaan itu akan sangat banyak mengurangi korupsi-korupsi, kebocoran yang sudah ada.

Danantara adalah satu bentuk yang baru, kalau di beberapa negara itu dipisahkan. Seperti Singapura misalnya, Temasek dengan GIC dipisahkan, kemudian Malaysia ada Khazanah dengan PNB, di beberapa negara dipisahkan. Tetapi Presiden Prabowo Subianto menginginkan dua konsep ini dijadikan satu dan itulah Danantara.

Dengan membawa semangat baru, semangat Indonesia Baru menuju Indonesia yang maju 2045, kita optimis.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!