Langkah Pemerintah Jaga Pangan Didukung oleh Ketersediaan Pupuk
Senin, 31 Agustus 2020 - 16:11 WIB
"Bahkan sebagian besar volume stok telah tersedia di lini III dengan jumlah sebesar 567.029 ton dan siap didistribusikan ke lini IV serta disalurkan kepada petani secara merata ke seluruh Indonesia jika sudah mendapat instruksi," kata Wijaya Laksana, Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero), dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Senin (31/8/2020).
Jumlah stok pupuk tersebut dipenuhi oleh lima anak perusahaan Pupuk Indonesia, yaitu PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Pupuk Sriwidjaja.
Nah, guna mengantisipasi kebutuhan petani apabila terjadi kekurangan atau kehabisan alokasi, Pupuk Indonesia pun menyiapkan stok pupuk non-subsidi di kios-kios resmi. Perseroan mencatat, stok pupuk non-subsidi saat ini tersedia sekitar 750 ribu ton.
"Stok tersebut tersedia mulai dari lini I hingga lini III dan kios-kios pupuk resmi. Tujuannya, mengantisipasi kebutuhan petani yang alokasi pupuk bersubsidinya belum tercukupi, dan bagi petani yang tidak terdaftar dalam e-RDKK. Jadi, kami bisa tetap memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani dan produktivitas sektor pertanian pun dapat terjaga,” tutur Wijaya.
Sampai dengan 26 Agustus kemarin, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 6.001.932 ton, atau setara 76% dari alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020. Agar penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran, perseroan memastikan penyalurannya dilakukan sesuai aturan alokasi dan hanya kepada para petani yang tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang dikelola Kementerian Pertanian.
Jumlah stok pupuk tersebut dipenuhi oleh lima anak perusahaan Pupuk Indonesia, yaitu PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Pupuk Sriwidjaja.
Nah, guna mengantisipasi kebutuhan petani apabila terjadi kekurangan atau kehabisan alokasi, Pupuk Indonesia pun menyiapkan stok pupuk non-subsidi di kios-kios resmi. Perseroan mencatat, stok pupuk non-subsidi saat ini tersedia sekitar 750 ribu ton.
"Stok tersebut tersedia mulai dari lini I hingga lini III dan kios-kios pupuk resmi. Tujuannya, mengantisipasi kebutuhan petani yang alokasi pupuk bersubsidinya belum tercukupi, dan bagi petani yang tidak terdaftar dalam e-RDKK. Jadi, kami bisa tetap memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani dan produktivitas sektor pertanian pun dapat terjaga,” tutur Wijaya.
Sampai dengan 26 Agustus kemarin, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 6.001.932 ton, atau setara 76% dari alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020. Agar penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran, perseroan memastikan penyalurannya dilakukan sesuai aturan alokasi dan hanya kepada para petani yang tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang dikelola Kementerian Pertanian.
Lihat Juga :