China Merespons Ancaman Donald Trump ke BRICS Jika Tinggalkan Dolar AS

Rabu, 04 Desember 2024 - 20:39 WIB
Sementara sekitar 30 negara lainnya telah menyatakan minat untuk bergabung bersama BRICS - kelompok ekonomi negara-negara berkembang terdepan tersebut.

Kelompok BRICS merupakan platform penting untuk kerja sama di antara pasar negara berkembang, dan tujuannya adalah untuk mencapai pembangunan dan kemakmuran yang komprehensif, bukan untuk terlibat dalam "konfrontasi blok" atau "menargetkan pihak ketiga mana pun," kata Jian pada sebuah briefing pada hari Selasa.

"China siap terus bekerja dengan mitra BRICS untuk memperdalam kerja sama praktis di berbagai bidang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dunia yang berkelanjutan dan stabil," kata diplomat itu.

Sebelumnya dalam sebuah postingan di platform Truth Social-nya pada hari Sabtu, Trump mengatakan dia akan meminta negara-negara BRICS berjanji agar tidak menciptakan mata uang bersama, "atau mendukung mata uang lain untuk menggantikan dolar AS yang perkasa," atau mereka akan menghadapi tarif 100% atas produk-produk mereka yang diimpor ke Amerika.

Trump telah berjanji untuk menggunakan tarif untuk menyelesaikan defisit perdagangan AS, memaksa produsen lepas pantai untuk kembali, dan mencapai berbagai tujuan geopolitik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!