Mengunjungi MP21 Freeport Indonesia, Merawat Lahan Tailing Menjadi Kawasan Produktif

Kamis, 12 Desember 2024 - 07:30 WIB
Dari 100 hektare tersebut, sekitar 40 ha di antaranya berbagai macam tumbuhan tumbuh secara alamiah. Sementara 60 ha diolah menjadi lahan produktif. Mulai dari berbagai macam sayuran, mulai dari padi, cabai tomat, hingga gambas. Bahkan gambas tumbuh lebih subur di tailing dibandingkan di lahan biasa.

Tumbuhnya berbagai macam tanaman tersebut sebagai pembuktian bahwa lahan tailing itu aman. ”Sebanyak 100 ha tersebut merupakan lahan percontohan. Sementara lahan tailing kita ada 23.000 ha,” kata Manager Environmental Central System and Project PTFI, Roberth Sarwom, Rabu (11/12/2024).

Di lahan itu, sekarang juga mulai muncul kupu-kupu, elang, kuskus. Kondisi ini menandakan bahwa secara ekologis stabil. Kupu-kupu merupakan hewan yang menjadi indikator udara di suatu kawasan itu bersih. ”Bahkan sudah ada Rajawali Papua sebagai predator puncak. Ini amazing bagi kami,” ujarnya.

Saat ini di lahan percontohan tersebut, Freeport Indonesia tengah mengembangkan intregrated farming. Selain pertanian, di lahan itu dikembangkan peternakan dan perikanan. Saat ini sudah ada sapi dan ikan nila. Nantinya peternakan ayam.

Semua hasil berbagai pertanian tersebut dibagikan ke masyarakat. Nantinya, ketika kontrak kerja Freeport berakhir diproyeksikan lahan tailing tersebut akan diserahkan ke pemerintah daerah untuk dimanfaatkan masyarakat.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!