Puluhan Ribu Barista Starbucks Ancam Mogok Kerja, Ini Masalahnya

Sabtu, 21 Desember 2024 - 17:38 WIB
Starbucks sebelumnya membela rencana tersebut, dengan mengatakan bahwa Niccol adalah "salah satu pemimpin paling efektif di industri kami" dan bahwa kompensasinya "terkait langsung dengan kinerja perusahaan dan kesuksesan bersama dari semua pemangku kepentingan kami".

Seperti diketahui Niccol bergabung bersama Starbucks pada bulan September, setelah pendahulunya Laxman Narasimhan, mengundurkan diri setelah menjabat kurang dari dua tahun.

Baca Juga: Bos Starbucks Lengser Usai Boikot Israel Menggerus Penjualan

Sementara itu penjualan jaringan kedai kopi terbesar di dunia mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir usai bergulat dengan kenaikan harga, hingga aksi boikot yang dipicu oleh perang Israel-Gaza.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!