Uni Eropa Dituding Memicu Perang Dagang, Perusahaan China Diancam

Minggu, 12 Januari 2025 - 09:59 WIB
Proses investigasi dinilai "membebani perusahaan China," karena mereka berkewajiban untuk memberikan sejumlah besar informasi.

"Prosedur investigasi "tidak terbuka dan transparan" dan berkontribusi pada ketidakpastian seputar partisipasi perusahaan yang ditargetkan oleh penyelidikan. Pada saat yang sama, perusahaan diancam dengan denda jika mereka menolak untuk bekerja sama," ungkap kementerian.

Pada Oktober 2023, Komisi Eropa meluncurkan penyelidikan anti-subsidi terhadap impor kendaraan listrik baterai penumpang (BEV) dari China. Setahun kemudian, cabang eksekutif blok itu menaikkan bea masuk untuk mobil listrik menjadi lebih dari 45%.

Baca Juga: Gara-gara Mobil Listrik, Perang Dagang UE dan China Masih Jauh dari Damai

Sebagai pembalasan, Beijing memberlakukan tarif sementara pada brendi asal Uni Eropa dan mengancam tarif yang lebih tinggi pada mobil bertenaga bahan bakar dengan mesin berkapasitas besar. Pihak berwenang China juga telah mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas dugaan "proteksionisme perdagangan" yang diadopsi oleh Brussels.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!