Sri Mulyani Bilang Kuartal III Ekonomi RI Negatif, Resesi Dong?

Rabu, 02 September 2020 - 11:59 WIB
Menurut dia ekonomi baru akan pulih tahun depan walaupun tak dipungkiri masih akan dipenuhi tantangan global. Pasalnya kondisi geopolitik masih belum kondusif. "Tahun depan 4,5-5,5% dan ini didasarkan momentum pemulihan terjaga, meski ketidakpastian terus terjadi," tuturnya.

Tidak hanya itu, ekonomi RI tahun depan juga tergantung akselerasi reformasi terutama di bidang struktural untuk meningkatkan produktivitas daya saing dan iklim investasi. Berikutnya, tergantung dari kemampuan fiskal di dalam mendukung program pemulihan ekonomi baik untuk pemulihan sisi demand dalam bentuk bansos dan bantuan langsung tunai (BLT) dan dari sisi supply dalam bentuk pemulihan sektor sektor produksi.

"Tentu tergantung juga dari trajectory pemulihan ekonomi global yaitu bagaimana terutama negara-negara maju baik di Amerika, Eropa, Jepang dan RRT untuk bisa mempengaruhi dan mengembalikan trajectory pemulihan ekonomi dunia," tandasnya. Baca Juga: Calon Anggota Dewan Moneter Geruduk DPR, Ada Apa?
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!