China Mulai Kuasai Aset-aset Pengusaha Rusia yang Bangkrut

Jum'at, 17 Januari 2025 - 08:19 WIB
Berita ini muncul setelah adanya laporan pada bulan Oktober bahwa perusahaan-perusahaan China bersedia menyuntikkan dana sebesar 2,4 miliar rubel ke dalam sebuah bisnis di wilayah Kemerovo. "Semua harapan kami ada pada mereka," ujar Silenko.

Sementara, Layanan Pajak Federal (FTS) telah mengajukan klaim terhadap tambang tersebut sebesar 230 juta rubel. Namun, karena situasi keuangan yang sulit, pihak berwenang telah memberikan penangguhan pembayaran pajak. "China akan memanfaatkan kelemahan Rusia," klaim Anton Gerashchenko, mantan penasihat Menteri Dalam Negeri Ukraina, kepada X.

Baca Juga: Rusia Balas Dendam, Serang Ukraina dengan 43 Rudal dan 74 Pesawat Nirawak

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan China, termasuk Cnooc, Shandong Yulong Petrochemical Co, dan Jiangsu Eastern Shenghong Co, juga telah mengirimkan permintaan mendesak untuk membeli minyak mentah di tengah-tengah kekhawatiran akan potensi gangguan pada suplai bahan bakar karena pengetatan sanksi terhadap Rusia dan Iran, demikian laporan Bloomberg.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!