China Mulai Kuasai Aset-aset Pengusaha Rusia yang Bangkrut

Jum'at, 17 Januari 2025 - 08:19 WIB
loading...
China Mulai Kuasai Aset-aset...
Presiden China Xi Jinping, kiri, dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri foto bersama sebelum sesi format Outreach BRICS Plus pada KTT BRICS di Kazan, Rusia. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Para pengusaha China dilaporkan membeli aset-aset pengusaha tambang Rusia yang bangkrut di tengah kesulitan ekonomi. Hal itu memicu kekhawatiran terjadinya pemberontakan. Salah satunya perusahaan tambang OOO Shakhta Inskaya, yang terletak di Wilayah Novosibirsk, akan diakuisisi sepenuhnya oleh perusahaan China, menurut outlet berita Rusia, glavny.tv.

Mereka melaporkan bahwa Tatyana Silenko, seorang perwakilan dari tambang tersebut telah mengkonfirmasi hal tersebut. "Organisasi China berniat untuk membeli 100% saham di ibu kota tambang, mitra China yang sama ini telah menemukan pembeli untuk batubara yang ada di longwall."

Baca Juga: Badai PHK Guncang Industri Migas, BP Pecat 7.700 Karyawan dan Kontraktor

Tren pembelian aset-aset bermasalah oleh China telah mencuat, dan disebut sebagai salah satu dari sekelompok pengusaha Rusia yang mempertimbangkan melakukan pemberontakan. Entitas China lainnya juga akan membeli seluruh saham LLC Inskaya Mine di Kemerovo, yang nyaris bangkrut merefleksikan gejolak perekonomian Rusia yang diduga telah menyebabkan Presiden Vladimir Putin mengambil tindakan drastis.

Berita ini muncul setelah adanya laporan pada bulan Oktober bahwa perusahaan-perusahaan China bersedia menyuntikkan dana sebesar 2,4 miliar rubel ke dalam sebuah bisnis di wilayah Kemerovo. "Semua harapan kami ada pada mereka," ujar Silenko.

Sementara, Layanan Pajak Federal (FTS) telah mengajukan klaim terhadap tambang tersebut sebesar 230 juta rubel. Namun, karena situasi keuangan yang sulit, pihak berwenang telah memberikan penangguhan pembayaran pajak. "China akan memanfaatkan kelemahan Rusia," klaim Anton Gerashchenko, mantan penasihat Menteri Dalam Negeri Ukraina, kepada X.

Baca Juga: Rusia Balas Dendam, Serang Ukraina dengan 43 Rudal dan 74 Pesawat Nirawak

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan China, termasuk Cnooc, Shandong Yulong Petrochemical Co, dan Jiangsu Eastern Shenghong Co, juga telah mengirimkan permintaan mendesak untuk membeli minyak mentah di tengah-tengah kekhawatiran akan potensi gangguan pada suplai bahan bakar karena pengetatan sanksi terhadap Rusia dan Iran, demikian laporan Bloomberg.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Rekomendasi
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved