Ukraina Jadi Tambang Emas Pembuat Senjata Barat, Perusahaan AS Terima Rp5.174 Triliun

Jum'at, 17 Januari 2025 - 15:56 WIB
Sebagai pembalasan atas serangan itu, militer Rusia mengklaim bahwa mereka menyerang pusat komando Ukraina dan menargetkan instalasi sistem rudal anti-pesawat Patriot yang dipasok AS.

Baca Juga: Holding BUMN Pertahanan Terbentuk, Ini Daftar 10 Program Prioritas Defend ID

Rusia secara konsisten menyatakan bahwa bantuan Barat tidak dapat mencegah pasukannya mencapai tujuan operasi militer mereka atau mengubah hasil akhir konflik. Moskow berpendapat bahwa dengan mendukung Kiev, mereka hanya memperpanjang konflik.

Utusan Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan pasokan senjata Barat ke Kiev menguntungkan perusahaan pertahanan dan hanya memicu konflik lebih lanjut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!