10.800 Miliarder Ramai-ramai Eksodus dari Negeri Raja Charles III, Ini Sebabnya

Minggu, 19 Januari 2025 - 18:43 WIB
Rencana pemerintah untuk mengganti sistem 'non-dom' dengan rezim pajak berbasis tempat tinggal, tampaknya memiliki dampak besar. Menurut data yang diberikan kepada The Times oleh perusahaan analitik New World Wealth, Inggris kehilangan 10.800 miliarder karena migrasi pada tahun 2024, meningkat 157% dibandingkan dengan tahun 2023.

Namun disebutkan bahwa jumlah sebenarnya dari mereka yang meninggalkan negara itu lebih tinggi, karena angka tersebut juga memperhitungkan orang kaya yang baru saja datang.

Data tersebut berarti, mengungkapkan bahwa ada satu miliarder meninggalkan Inggris setiap 45 menit setelah Partai Buruh memenangkan pemilihan pada Juli tahun lalu. Kebanyakan miliarder yang meninggalkan Inggris, memilih pindah ke Italia, Swiss, dan UEA, mengutip penelitian tersebut.

Masih berdasarkan data, orang-orang super kaya di Inggris sangat cenderung memilih untuk pergi, dimana ada 78 centimillionaires dan 12 miliarder yang meninggalkan negara itu pada tahun lalu.

Pada bulan Oktober, Office for Budget Responsibility memperkirakan bahwa reformasi pajak akan menghasilkan 12-25% non-dom meninggalkan negara itu. The Times mencatat bahwa jika seperempat dari mereka melakukannya, maka bakal menjadi pukulan besar bagi perekonomian Inggris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!