Erick Thohir Tambah Program Baru Demi Percepat Serapan Anggaran PEN

Rabu, 02 September 2020 - 19:23 WIB
Erick Thohir mengutarakan, pihaknya telah merumuskan beberapa program baru yang ditargetkan akan direalisasikan dalam waktu dekat ini bertujuan untuk mempercepat anggaran PEN. Foto/Dok
JAKARTA - Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan serapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dialokasikan sebesar Rp697 triliun kepada sejumlah sektor yang terdampak pandemi Covid-19. Bahkan, tim Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) akan menambahkan sejumlah program baru guna menyerap anggaran tersebut.

Menteri BUMN sekaligus ketua Pelaksana Komite PCPEN Erick Thohir mengutarakan, pihaknya telah merumuskan beberapa program baru yang ditargetkan akan direalisasikan dalam waktu dekat ini. Program itu bertujuan untuk menyerap anggaran PEN bernilai ratusan triliun tersebut.



"Kami dari Komite berusaha mengeluarkan program tambahan yang Alhamdulillah, program ini untuk mempercepat penyerapan (anggaran PEN). Dua program yang sudah diketahui yang awalnya belum ada diagendakan, tapi sudah berjalan dengan baik yaitu, subsidi gaji Rp 37,8 triliun dan program Usaha Mikro Rp 28,8 triliun jadi ini salah satunya untuk percepatan penyerapan. Lalu beberapa program baru lagi selain mereview program lama," ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Rabu (2/9/2020).

(Baca Juga: Awas!, Dunia Usaha Bisa Kolaps Jika Penyerapan Anggaran PEN seperti Keong )

Meski begitu, Erick belum mau membocorkan rencana sejumlah program yang tengah dibahas bersama ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto.

Bahkan, dia bilang, dalam perumusan sejumlah program PEN itu pun komite melibatkan sejumlah stakeholder seperti, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), serta pihak terkait. Pihak-pihak tersebut pun memberikan masukan yang berharga bagi penanganan dampak pandemi di sejumlah sektor bisnis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!