Heboh Kurs Rupiah, Pengamat: Ulah Hacker, Rupiah Rp8.000 Kalau Ekonomi 8% di 2025

Sabtu, 01 Februari 2025 - 20:57 WIB
Ibrahim menilai, tidak ada satu kesepakatan pasti untuk pertumbuhan ekonomi ke depan karena kondisi kelas menengah yang masih terguncang dan banyaknya PHK akibat perusahaan bangkrut. "Para ekonom banyak yang mengatakan bahwa konsumsi masyarakat tidak serta merta mendukung pertumbuhan ekonomi," lanjutnya.

Baca Juga: Hamas Bebaskan Sandera Israel dalam Kondisi Baik dan Sehat, Ini Buktinya

Sejatinya, lanjut Ibrahim, rupiah masih lemah dan diprediksi akan kembali melemah di perdagangan pekan depan. Rupiah menurutnya masih akan berada di kisaran Rp16.000-an per USD.

"Itulah yang membuat gonjang-ganjing terhadap rupiah sehingga hacker mempermainkan rupiah di Google dari Rp16.304 menjadi Rp8.000 dan ini kemungkinan besar hanya sesaat. Hari Senin nanti sudah kembali normal, rupiah kembali mengalami pelemahan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Google Indonesia terkait kekeliruan tersebut. "Terkait ketidaksesuaian tersebut untuk segera dapat melakkan koreksi yang diperlukan," ujarnya melalui keterangan resmi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!