Heboh Kurs Rupiah, Pengamat: Ulah Hacker, Rupiah Rp8.000 Kalau Ekonomi 8% di 2025

Sabtu, 01 Februari 2025 - 20:57 WIB
loading...
Heboh Kurs Rupiah, Pengamat:...
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai heboh kurs rupiah Rp8.170 per USD di laman Google bisa jadi ulah peretas. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Tampilan nilai tukar (kurs) rupiah di level Rp8.170 per dolar Amerika Serikat ( USD ) pada Sabtu (1/2/2025) sore di laman Google membuat banyak pihak kaget. Sebab, Bank Indonesia (BI) memastikan nilai tukar rupiah saat ini di Rp16.312 per USD.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai bahwa penguatan rupiah secara ugal-ugalan di mesin pencari itu bisa jadi adalah ulah peretas alias hacker. Mengenai motifnya, Ibrahim menyebut bisa saja itu ulah hacker yang mewakili kekecewaan atas pemerintahan saat ini.

Baca Juga: Heboh Kurs Rupiah Rp8.170 per USD, BI Langsung Konfirmasi ke Google

"Bisa saja para hacker ini adalah orang yang kecewa dengan pemerintahan saat ini, dimana para hacker menganggap bahwa rupiah (bisa) Rp8.000 seandainya pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 mencapai 8%," katanya.

Ibrahim menilai, tidak ada satu kesepakatan pasti untuk pertumbuhan ekonomi ke depan karena kondisi kelas menengah yang masih terguncang dan banyaknya PHK akibat perusahaan bangkrut. "Para ekonom banyak yang mengatakan bahwa konsumsi masyarakat tidak serta merta mendukung pertumbuhan ekonomi," lanjutnya.

Baca Juga: Hamas Bebaskan Sandera Israel dalam Kondisi Baik dan Sehat, Ini Buktinya

Sejatinya, lanjut Ibrahim, rupiah masih lemah dan diprediksi akan kembali melemah di perdagangan pekan depan. Rupiah menurutnya masih akan berada di kisaran Rp16.000-an per USD.

"Itulah yang membuat gonjang-ganjing terhadap rupiah sehingga hacker mempermainkan rupiah di Google dari Rp16.304 menjadi Rp8.000 dan ini kemungkinan besar hanya sesaat. Hari Senin nanti sudah kembali normal, rupiah kembali mengalami pelemahan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Google Indonesia terkait kekeliruan tersebut. "Terkait ketidaksesuaian tersebut untuk segera dapat melakkan koreksi yang diperlukan," ujarnya melalui keterangan resmi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rekomendasi
Ruben Onsu Syok Lihat...
Ruben Onsu Syok Lihat Betrand Peto Menangis, Siap Ajak Onyo Bicara dari Hati ke Hati
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
Berita Terkini
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved