Bantuan AS ke Afrika Selatan Dibekukan, Terkait BRICS?

Jum'at, 07 Februari 2025 - 08:36 WIB
Kelompok oposisi terbesar di Afrika Selatan dan salah satu partai dalam pemerintahan koalisi Ramaphosa, "sangat menentang" undang-undang baru, hingga mengancam bakal menempuh jalur hukum.

Pretoria berada di bawah tekanan dari mitra Baratnya, terutama AS, dalam beberapa tahun terakhir, sebagian karena hubungan dekatnya dengan Rusia. Terlebih Afrika Selatan diketahui merupakan salah pendukung utama BRICS , kelompok negara berkembang yang digadang-gadang bakal menyaingi dominasi AS.

Menurut statistik pemerintah AS, Washington menyisihkan hampir USD440 juta bantuan ke Afrika Selatan pada tahun 2023. Baca Juga: Trump dan BRICS Memanas, China Siap Hadapi Perang Dagang dengan AS

Dalam sebuah pernyataan resmi, Ramaphosa mengatakan dia akan melibatkan Trump tentang kebijakan reformasi tanah dan isu-isu kepentingan bilateral, mengacu pada AS sebagai "mitra politik dan perdagangan strategis utama untuk Afrika Selatan."

"Afrika Selatan adalah demokrasi konstitusional yang berakar kuat dalam supremasi hukum, keadilan dan kesetaraan. Pemerintah Afrika Selatan belum menyita tanah apapun," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!