Eropa dalam Bidikan Tarif Trump, Balasannya Bisa Tak Terduga

Selasa, 11 Februari 2025 - 07:33 WIB
Baca Juga: BRICS Tak Berambisi Bikin Mata Uang Baru: Apakah Trump Melunak?

Faktor utama dalam ketidakseimbangan ini adalah dominasi perusahaan teknologi Amerika. Perusahaan-perusahaan ini menghasilkan pendapatan besar dari pelanggan Eropa dan memulangkan pendapatan dalam bentuk royalti melalui yurisdiksi dengan pajak rendah seperti Irlandia.

Para ekonom Goldman Sachs berpendapat, menyasar sektor ini dapat menjadi cara bagi Brussels untuk menekan balik tanpa harus melakukan perang tarif tit-for-tat pada barang-barang fisik.

"Jasa yang diimpor oleh UE dari AS mencakup berbagai sektor, termasuk sektor keuangan, tetapi bagian terbesarnya adalah jasa TI yang kemudian ditagih sebagai royalti yang disalurkan ke AS dari Irlandia," kata Goldman Sachs, seraya menambahkan bahwa pembatasan apa pun terhadap transaksi-transaksi ini dapat berdampak besar pada neraca perdagangan jasa.

Tidak seperti tarif tradisional, yang dapat diberlakukan dengan cepat, tindakan apa pun di bawah ACI akan membutuhkan persetujuan dari setidaknya 15 dari 27 negara anggota Uni Eropa, sebuah proses yang dapat memperlambat respons Eropa.

Untuk saat ini, Eropa mengamati langkah Trump selanjutnya dengan seksama. Jika Trump menindaklanjuti janjinya untuk menerapkan tarif baru, Brussels akan memutuskan antara pembalasan langsung terhadap barang-barang Amerika atau pendekatan yang lebih strategis pendekatan yang dapat menempatkan sektor teknologi AS di tengah-tengah perang dagang yang selama ini dihindari.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!