Mendag: Niaga Elektronik Jadi Solusi Percepat Pemulihan Ekonomi
Kamis, 03 September 2020 - 12:29 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan, niaga elektronik atau e-commerce menjadi salah satu solusi untuk mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Karena itu, ia mengajak pemangku kepentingan di bidang ini untuk tetap optimistis dan terus bersinergi dalam menjaga roda perdagangan agar tetap maju.
“Perdagangan merupakan salah satu kunci pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia, oleh karena itu sektor perdagangan harus terus bergerak,” ucap Menteri Agus, Kamis (3/9/2020). Baca Juga: Tak Dimungkiri, E-commerce Solusi Pacu Perdagangan Kala Pandemi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kinerja sector informasi dan komunikasi tumbuh positif sebesar 10,35 persen di kuartal kedua 2020. Sementara, jumlah pengguna internet di tanah air mencapai 143 juta jiwa atau 64 persen dari total polusi. Agus menjelaskan, agar roda ekonomi terus berputar, Kemendag juga memberikan kesempatan akses pemasaran daring bagi UMKM, yang bekerjasama dengan platform niaga elektronik. Pada 2020, sebanyak 1654 pelaku UMKM telah mengikuti pelatihan dan jumlahnya akan terus meningkat. Kemendag juga melakukan pengawasan atas perdagangan melalui system elektronik berdasarkan aduan atau laporan masyarakat.
Adapun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia yang memanfaatkan niaga elektronik berpotensi meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia. Menurut data BPS, kontribusi UMKM terhadap produk domestic bruto (PDB) sebesar 61 persen dari total PDB pada 2018. Sedangkan nilai ekspor non migas UMKM mencapai Rp293,84 triliun atau 14,37 persen dari total ekspor non migas nasional.
“Perdagangan merupakan salah satu kunci pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia, oleh karena itu sektor perdagangan harus terus bergerak,” ucap Menteri Agus, Kamis (3/9/2020). Baca Juga: Tak Dimungkiri, E-commerce Solusi Pacu Perdagangan Kala Pandemi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kinerja sector informasi dan komunikasi tumbuh positif sebesar 10,35 persen di kuartal kedua 2020. Sementara, jumlah pengguna internet di tanah air mencapai 143 juta jiwa atau 64 persen dari total polusi. Agus menjelaskan, agar roda ekonomi terus berputar, Kemendag juga memberikan kesempatan akses pemasaran daring bagi UMKM, yang bekerjasama dengan platform niaga elektronik. Pada 2020, sebanyak 1654 pelaku UMKM telah mengikuti pelatihan dan jumlahnya akan terus meningkat. Kemendag juga melakukan pengawasan atas perdagangan melalui system elektronik berdasarkan aduan atau laporan masyarakat.
Adapun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia yang memanfaatkan niaga elektronik berpotensi meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia. Menurut data BPS, kontribusi UMKM terhadap produk domestic bruto (PDB) sebesar 61 persen dari total PDB pada 2018. Sedangkan nilai ekspor non migas UMKM mencapai Rp293,84 triliun atau 14,37 persen dari total ekspor non migas nasional.
Lihat Juga :