Menteri Afrika Selatan Serukan Setop Ekspor Mineral ke AS
Jum'at, 14 Februari 2025 - 14:18 WIB
"Jika mereka tidak memberi kita uang, jangan beri mereka mineral ... Kita bukan pengemis, mari kita gunakan karunia itu untuk keuntungan kita... Jika sebagai benua kita (lumpuh) karena ketakutan, kita akan runtuh, tetapi dengan mineral di depan pintu kita," bebernya.
Seruan itu menyusul pengumuman Trump bahwa AS akan menghentikan semua bantuan di masa depan ke Afrika Selatan, dengan alasan kekhawatiran atas pengambilalihan tanah tanpa kompensasi. Pada akhir pekan kemarin, presiden AS mengungkap dugaan perlakuan buruk terhadap "kelas orang tertentu" di Afrika Selatan sebagai "situasi buruk yang tidak ingin disebutkan oleh media kiri radikal."
Merespons pernyataan Trump itu, Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa membela kebijakan reformasi tanah di negaranya. Ia menyatakan, kebijakan itu adalah "proses hukum yang diamanatkan secara konstitusional" dan menekankan pemerintah "tidak menyita tanah apa pun."
Sebagai informasi pada bulan lalu, Ramaphosa memberlakukan RUU pengambilalihan menjadi undang-undang, yang mengizinkan pemerintah untuk menyita tanah tanpa kompensasi ketika menganggap tindakan tersebut tidak adil.
Undang-undang baru ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan rasial dalam kepemilikan tanah, masalah lama dalam ekonomi paling maju di Afrika sejak Apartheid berakhir di tahun 1994.
Seruan itu menyusul pengumuman Trump bahwa AS akan menghentikan semua bantuan di masa depan ke Afrika Selatan, dengan alasan kekhawatiran atas pengambilalihan tanah tanpa kompensasi. Pada akhir pekan kemarin, presiden AS mengungkap dugaan perlakuan buruk terhadap "kelas orang tertentu" di Afrika Selatan sebagai "situasi buruk yang tidak ingin disebutkan oleh media kiri radikal."
Merespons pernyataan Trump itu, Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa membela kebijakan reformasi tanah di negaranya. Ia menyatakan, kebijakan itu adalah "proses hukum yang diamanatkan secara konstitusional" dan menekankan pemerintah "tidak menyita tanah apa pun."
Sebagai informasi pada bulan lalu, Ramaphosa memberlakukan RUU pengambilalihan menjadi undang-undang, yang mengizinkan pemerintah untuk menyita tanah tanpa kompensasi ketika menganggap tindakan tersebut tidak adil.
Undang-undang baru ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan rasial dalam kepemilikan tanah, masalah lama dalam ekonomi paling maju di Afrika sejak Apartheid berakhir di tahun 1994.
Lihat Juga :