Penting! Bank Indonesia Harus Jaga Suku Bunga di Level 5,75%
Rabu, 19 Februari 2025 - 07:18 WIB
Tak hanya seputar tarif dagang, Trump juga meluncurkan berbagai macam arah kebijakan, termasuk pengetatan arus migrasi yang berpotensi mengetatkan pasar tenaga kerja AS, hingga pemotongan pajak korporasi, yang secara keseluruhan dinilai berpotensi meningkatkan inflasi AS dan memicu ketidakpastian global.
Bank sentral AS atau Federal Reserve (Fed) juga dinilai mulai menunjukkan sikap kurang agresif setelah menahan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 4,25% - 4,50%.
Keputusan the Fed menahan suku bunga acuan didorong oleh kondisi terkini inflasi di AS. Sebagai pengingat, inflasi AS secara konsisten meningkat dari 2,4% (y.o.y) pada September 2024 ke 3,0% (y.o.y) di Januari 2025, menjauh dari target inflasi the Fed sebesar 2%.
Inflasi inti AS (yang tidak termasuk komponen pangan dan energi) juga naik kembali ke 3,3 persen (y.o.y) di Januari 2025.
“Perkembangan terkini inflasi di AS mendorong menguatnya pandangan bahwa the Fed akan mengurangi agresivitas pemangkasan suku bunga acuannya selama tahun 2025,” jelas Teuku.
Kurs rupiah sempat menguat dari Rp16.360/USD pada 17 Januari ke Rp16.170/USD pada 24 Januari. Namun, rupiah kembali melemah ke level Rp16.430/USD di awal Februari.
Bank sentral AS atau Federal Reserve (Fed) juga dinilai mulai menunjukkan sikap kurang agresif setelah menahan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 4,25% - 4,50%.
Keputusan the Fed menahan suku bunga acuan didorong oleh kondisi terkini inflasi di AS. Sebagai pengingat, inflasi AS secara konsisten meningkat dari 2,4% (y.o.y) pada September 2024 ke 3,0% (y.o.y) di Januari 2025, menjauh dari target inflasi the Fed sebesar 2%.
Inflasi inti AS (yang tidak termasuk komponen pangan dan energi) juga naik kembali ke 3,3 persen (y.o.y) di Januari 2025.
“Perkembangan terkini inflasi di AS mendorong menguatnya pandangan bahwa the Fed akan mengurangi agresivitas pemangkasan suku bunga acuannya selama tahun 2025,” jelas Teuku.
Kurs rupiah sempat menguat dari Rp16.360/USD pada 17 Januari ke Rp16.170/USD pada 24 Januari. Namun, rupiah kembali melemah ke level Rp16.430/USD di awal Februari.
Lihat Juga :