Eropa Berondong Sanksi Baru ke Rusia, Minyak Kembali Jadi Sasaran
Rabu, 19 Februari 2025 - 21:58 WIB
Uni Eropa (UE) menyepakati sanksi baru dengan memperketat ekspor minyak Rusia. FOTO/Reuters
JAKARTA - Uni Eropa (UE) menyepakati paket ke-16 sanksi-sanksi baru terhadap Rusia . Sanksi baru tersebut bergulir di tengah upaya Washington dan Moskow mulai menyelesaikan konflik antara Rusia dan Ukraina.
Paket sanksi telah digulirkan untuk mengisolasi Rusia sejak eskalasi konflik pada Februari 2022. Langkah tersebut termasuk memutus hubungan Rusia dari sistem keuangan Barat, memutuskan hampir semua hubungan perdagangan dan energi serta membekukan cadangan devisa Moskow sebuah langkah yang digambarkan oleh Kremlin sebagai pencurian.
Pertemuan pertama para pejabat Rusia dan Amerika dalam tiga tahun terakhir telah memicu reaksi keras Uni Eropa, karena negara-negara anggota menuduh Washington membuka kembali dialog dengan Moskow tanpa konsultasi terlebih dahulu dan mengesampingkan Brussels dari negosiasi.
Baca Juga: Campakkan Sanksi AS, Rusia dan India Kompak Buang Dolar Rp1.000 Triliun
Langkah-langkah tersebut, yang disetujui oleh perwakilan tetap dari 27 negara anggota Uni Eropa, masih belum sepenuhnya selesai, karena para menteri luar negeri Uni Eropa akan mengesahkannya pada hari Senin, demikian AP melaporkan.
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von Der Leyen menyambut baik sanksi baru tersebut dengan mengatakan di media sosial bahwa Brussels akan lebih keras lagi dengan menargetkan lebih banyak kapal yang mengangkut minyak mentah Rusia dan memberlakukan larangan impor dan ekspor baru.
Paket sanksi telah digulirkan untuk mengisolasi Rusia sejak eskalasi konflik pada Februari 2022. Langkah tersebut termasuk memutus hubungan Rusia dari sistem keuangan Barat, memutuskan hampir semua hubungan perdagangan dan energi serta membekukan cadangan devisa Moskow sebuah langkah yang digambarkan oleh Kremlin sebagai pencurian.
Pertemuan pertama para pejabat Rusia dan Amerika dalam tiga tahun terakhir telah memicu reaksi keras Uni Eropa, karena negara-negara anggota menuduh Washington membuka kembali dialog dengan Moskow tanpa konsultasi terlebih dahulu dan mengesampingkan Brussels dari negosiasi.
Baca Juga: Campakkan Sanksi AS, Rusia dan India Kompak Buang Dolar Rp1.000 Triliun
Langkah-langkah tersebut, yang disetujui oleh perwakilan tetap dari 27 negara anggota Uni Eropa, masih belum sepenuhnya selesai, karena para menteri luar negeri Uni Eropa akan mengesahkannya pada hari Senin, demikian AP melaporkan.
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von Der Leyen menyambut baik sanksi baru tersebut dengan mengatakan di media sosial bahwa Brussels akan lebih keras lagi dengan menargetkan lebih banyak kapal yang mengangkut minyak mentah Rusia dan memberlakukan larangan impor dan ekspor baru.
Lihat Juga :