BRICS Bubar, Ancaman Tarif Trump 150% Diklaim Jadi Penyebabnya

Sabtu, 22 Februari 2025 - 04:56 WIB
Sementara itu telah muncul spekulasi tentang mata uang BRICS dalam beberapa tahun terakhir, meski sebagian besar negara anggota membantah membahasnya. Namun, anggota BRICS telah meningkatkan penggunaan mata uang nasional untuk melindungi kepentingan mereka dan membuat perdagangan antar mitra lebih mudah.

Negara-negara BRICS, termasuk Rusia, mengatakan AS melemahkan dolar itu sendiri dengan mempolitisasinya dengan sanksi. Negara-negara anggota BRICS saat ini sedang bertemu di Afrika Selatan pada pertemuan menteri luar negeri G20 yang dijadwalkan pada 20-21 Februari.

Menjelang acara tersebut, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, G20 menyatukan "negara-negara BRICS yang berpikiran sama dan negara-negara lain di Global Selatan dan Timur" dan harus digunakan untuk mengajarkan "rekan-rekan Barat untuk bekerja sama secara produktif, daripada memaksakan pendekatan sepihak mereka."

Baca Juga: Mengulik di Balik Ancaman Trump Tarif 100%, Mata Uang BRICS, dan Dedolarisasi

AS memilih absen menghadiri pertemuan itu, ketika Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengklaim Afrika Selatan "melakukan hal-hal yang sangat buruk" dengan mempromosikan solidaritas, kesetaraan, dan keberlanjutan di G20.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!