BRICS Terpecah Soal Dedolarisasi, India Bongkar Fakta Mengejutkan
Jum'at, 07 Maret 2025 - 08:41 WIB
"Jadi asumsi bahwa di suatu tempat ada posisi BRICS yang bersatu terhadap dolar, saya pikir tidak didukung oleh fakta," katanya.
Ia juga menambahkan, bahwa dia tidak percaya bahwa "multipolaritas harus diterjemahkan ke dalam mata uang (multipolaritas)."
Pernyataan Jaishankar muncul beberapa minggu setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengklaim BRICS "mencoba menghancurkan dolar AS". Bahkan Trump menyebutkan, kelompok tersebut telah "mati" menyusul ancamannya untuk mengenakan tarif 150% pada barang-barang yang diimpor dari negara-negara anggota BRICS.
"Ketika saya masuk, hal pertama yang saya katakan adalah negara BRICS manapun, bahkan yang menyebutkan penghancuran dolar akan dikenakan tarif 150%, dan kami tidak menginginkan barang-barang Anda, dan negara-negara BRICS bubar," katanya pada Februari, beberapa jam sebelum menjamu Perdana Menteri India Narendra Modi di Gedung Putih.
Sebagai informasi BRICS yang awalnya dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, kini telah jauh berkembang dalam dua tahun terakhir hingga meluas mencakup Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan Indonesia. Sementara Arab Saudi telah menerima keanggotaan, meski belum secara resmi bergabung.
Jaishankar juga ditanya apakah strategi India untuk menginternasionalkan rupee adalah bagian dari upaya untuk menantang dolar. Diplomat itu mengklarifikasi bahwa itu adalah upaya yang lebih luas untuk mempromosikan "globalisasi India.
Ia juga menambahkan, bahwa dia tidak percaya bahwa "multipolaritas harus diterjemahkan ke dalam mata uang (multipolaritas)."
Pernyataan Jaishankar muncul beberapa minggu setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengklaim BRICS "mencoba menghancurkan dolar AS". Bahkan Trump menyebutkan, kelompok tersebut telah "mati" menyusul ancamannya untuk mengenakan tarif 150% pada barang-barang yang diimpor dari negara-negara anggota BRICS.
"Ketika saya masuk, hal pertama yang saya katakan adalah negara BRICS manapun, bahkan yang menyebutkan penghancuran dolar akan dikenakan tarif 150%, dan kami tidak menginginkan barang-barang Anda, dan negara-negara BRICS bubar," katanya pada Februari, beberapa jam sebelum menjamu Perdana Menteri India Narendra Modi di Gedung Putih.
Sebagai informasi BRICS yang awalnya dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, kini telah jauh berkembang dalam dua tahun terakhir hingga meluas mencakup Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan Indonesia. Sementara Arab Saudi telah menerima keanggotaan, meski belum secara resmi bergabung.
Jaishankar juga ditanya apakah strategi India untuk menginternasionalkan rupee adalah bagian dari upaya untuk menantang dolar. Diplomat itu mengklarifikasi bahwa itu adalah upaya yang lebih luas untuk mempromosikan "globalisasi India.
Lihat Juga :