Kolaborasi Multisektor Dorong Pertumbuhan Industri Asuransi Syariah

Rabu, 19 Maret 2025 - 23:04 WIB
Presiden Direktur Prudential Syariah Iskandar Ezzahuddin dalam acara Insurance Forum 2025. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Industri asuransi syariah di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan dalam dekade terakhir. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keuangan berbasis syariah, ditambah dengan regulasi yang mendukung, membuat sektor ini memiliki potensi besar untuk memperluas akses layanan keuangan yang lebih inklusif, terutama di kalangan masyarakat Muslim terbesar di dunia.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024, jumlah aset industri asuransi jiwa syariah mengalami kenaikan 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini turut didorong oleh inovasi produk yang semakin beragam, mencerminkan pertumbuhan permintaan yang tinggi terhadap produk asuransi syariah.



Baca Juga: Menilik Aktivitas Umat Muslim saat Bulan Suci Ramadan di China Barat Laut

Namun, di tengah perkembangan ini, industri asuransi syariah menhadapi sejumlah tantangan. Kondisi ekonomi pascapandemi, daya beli masyarakat yang menurun, serta lonjakan inflasi medis yang diperkirakan mencapai 19% pada 2025, mempengaruhi industri ini. Kenaikan biaya pengobatan yang signifikan berkontribusi terhadap peningkatan klaim asuransi kesehatan, yang melebihi pertumbuhan premi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!