Harga Gas Melonjak Tajam, Pelanggan Non-PGBT Teriak

Sabtu, 29 Maret 2025 - 20:00 WIB
"Situasi ini tidak adil. Pelanggan non-PGBT bukan penyebab kelangkaan gas, tetapi justru harus menanggung seluruh beban kenaikan harga. Kami mendesak pemerintah untuk segera bertindak mengatasi kekurangan pasokan gas dalam negeri," ujar I Made Nugraha dalam keterangan resmi, Sabtu (29/3/2025).

Baca Juga: Gempa Myanmar Terjadi saat Salat Jumat, 50 Masjid Rusak, Lebih 1.000 Orang Tewas

Dia menambahkan, lonjakan harga gas tersebut berpotensi memberikan dampak serius bagi industri, terutama sektor tekstil dan makanan, yang terancam mengalami kenaikan biaya produksi hingga 30 persen. Jika tidak ada solusi, tegas dia, kenaikan ini bisa memicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal serta melemahkan daya saing ekspor Indonesia di pasar global.

Terkait dengan itu, Aspebindo pun meminta pemerintah untuk mengalihkan sebagian ekspor gas pipa ke Singapura demi memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan demikian, pasokan gas bisa lebih stabil, biaya energi terkendali, dan industri tetap bisa beroperasi dengan baik.

Aspebindo juga meminta kebijakan energi nasional yang lebih adil, di mana pasokan gas dalam negeri harus diprioritaskan bagi industri sebelum dialokasikan untuk ekspor. "Jika pasokan gas tetap langka dan harga terus naik, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan tenaga kerja di Indonesia bisa terancam," tegasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!