Jusuf Kalla: AS Bisa Resesi Jika Trump Pertahankan Kebijakan Tarif
Sabtu, 05 April 2025 - 15:12 WIB
"Katakanlah kasus Indonesia ingin agar pabrik sepatu tetap di Amerika, buruhnya dari mana? Bagaimana mempersiapkan pabrik? Berapa bulan? Tiba-tiba, tidak mungkin murah, semua negara-negara Asia," tutur JK.
"Tidak mungkin dia dapat USD20 satu sepatu kalau yang kerjakan orang Amerika. Tidak mungkin itu. Mau tingkatkan pabrik mobil berapa lama itu bisa ditingkatkan?," pungkasnya.
Baca Juga: Hebohkan Banyak Negara, JK Sebut Tarif Trump Lebih Banyak Unsur Politik
Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi umumkan keadaan darurat ekonomi nasional dengan meluncurkan tarif timbal balik (Resiprocal Tarrifs) pada Rabu, 2 April 2025.
Tarif timbal balik tersebut termasuk untuk Indonesia, yang masuk daftar negara ke 10 berkontribusi terhadap defisit perdagangan Amerika. Nilai impor Amerika dari Indonesia dinilai lebih tinggi USD18 miliar dibandingkan sebaliknya. Adapun tarif baru bagi Indonesia, yaitu 32%.
"Tidak mungkin dia dapat USD20 satu sepatu kalau yang kerjakan orang Amerika. Tidak mungkin itu. Mau tingkatkan pabrik mobil berapa lama itu bisa ditingkatkan?," pungkasnya.
Baca Juga: Hebohkan Banyak Negara, JK Sebut Tarif Trump Lebih Banyak Unsur Politik
Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi umumkan keadaan darurat ekonomi nasional dengan meluncurkan tarif timbal balik (Resiprocal Tarrifs) pada Rabu, 2 April 2025.
Tarif timbal balik tersebut termasuk untuk Indonesia, yang masuk daftar negara ke 10 berkontribusi terhadap defisit perdagangan Amerika. Nilai impor Amerika dari Indonesia dinilai lebih tinggi USD18 miliar dibandingkan sebaliknya. Adapun tarif baru bagi Indonesia, yaitu 32%.
(nng)
Lihat Juga :