Bank Raksasa Jerman Memperingatkan Kejatuhan Dolar AS, Ini Dasarnya

Minggu, 06 April 2025 - 08:35 WIB
Pada pekan ini dolar AS telah turun tajam, yang terpantau melemah lebih dari 1,5% terhadap euro dan yen Jepang dan lebih dari 1% terhadap pound Inggris. Penurunan itu terjadi setelah keputusan Trump untuk memberlakukan tarif, mulai dari 10% hingga 50%, pada berbagai impor dari puluhan negara.

Meningkatnya kekhawatiran akan perang dagang global dilaporkan telah memacu investor untuk mencari aset safe-haven.

Saravelos memperingatkan, bahwa erosi kepercayaan yang berkepanjangan pada dolar dapat memiliki konsekuensi yang luas, terutama untuk zona euro, menimbulkan tantangan bagi Bank Sentral Eropa (ECB).

"Hal terakhir yang diinginkan ECB adalah guncangan disinflasi yang diberlakukan secara eksternal dari hilangnya kepercayaan dolar dan apresiasi tajam pada euro di atas tarif," katanya.

ECB dilaporkan telah menyuarakan keprihatinannya bahwa langkah-langkah perdagangan AS dapat mengganggu kerja sama ekonomi global, mengacaukan ekspektasi inflasi, dan memaksa kalibrasi ulang kebijakan moneter.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!