China Murka! Tak Mau Bertekuk Lutut dari Ancaman Tarif AS
Selasa, 08 April 2025 - 10:49 WIB
China juga telah menempatkan kontrol ekspor tanah jarang menengah dan berat tertentu termasuk dysprosium, gadolinium, lutetium, samarium, skandium, terbium dan yttrium, yang sangat penting untuk berbagai industri termasuk pertahanan dan teknologi. Adapun kontrol ekspor tanah jarang mulai berlaku pada 4 April. China menambahkan 16 entitas AS ke dalam daftar kontrol ekspor, memblokir ekspor barang-barang yang memiliki kegunaan ganda ke perusahaan-perusahaan tersebut. Termasuk 15 perusahaan dari sektor pertahanan dan kedirgantaraan serta kelompok bisnis yang mendukung pemisahan ekonomi AS dari China.
Sebanyak 11 perusahaan AS lainnya dimasukkan ke dalam daftar entitas yang tidak dapat diandalkan oleh China sehingga Beijing memiliki hak untuk menjatuhkan hukuman seperti pelarangan dan denda.
Baca Juga: Babak Belur, IHSG Dibuka Ambruk 9,19% ke Level 5.921
Perusahaan-perusahaan yang menjadi target termasuk Skydio dan BRINC Drone karena memasok senjata ke Taiwan, yang dianggap China sebagai bagian dari wilayahnya. Sebagaimana diketahui, Yuan China telah melemah ke level terendah dalam tujuh minggu terakhir, dan pasar saham telah jatuh setelah pengumuman tarif balasan Trump, lapor kantor berita tersebut. Presiden AS Donald Trump juga telah menugaskan Perwakilan Dagang AS untuk meninjau kepatuhan China terhadap perjanjian perdagangan AS-China fase 1 tahun 2020 pada tanggal 1 April.
Sebanyak 11 perusahaan AS lainnya dimasukkan ke dalam daftar entitas yang tidak dapat diandalkan oleh China sehingga Beijing memiliki hak untuk menjatuhkan hukuman seperti pelarangan dan denda.
Baca Juga: Babak Belur, IHSG Dibuka Ambruk 9,19% ke Level 5.921
Perusahaan-perusahaan yang menjadi target termasuk Skydio dan BRINC Drone karena memasok senjata ke Taiwan, yang dianggap China sebagai bagian dari wilayahnya. Sebagaimana diketahui, Yuan China telah melemah ke level terendah dalam tujuh minggu terakhir, dan pasar saham telah jatuh setelah pengumuman tarif balasan Trump, lapor kantor berita tersebut. Presiden AS Donald Trump juga telah menugaskan Perwakilan Dagang AS untuk meninjau kepatuhan China terhadap perjanjian perdagangan AS-China fase 1 tahun 2020 pada tanggal 1 April.
(nng)
Lihat Juga :