Nilai Tukar Rupiah Menuju Rp17.000, Intip Dampak dan Mitigasinya
Selasa, 08 April 2025 - 18:19 WIB
Menurut Ajib, pemerintah bisa melakukan setidaknya 4 (empat) langkah untuk mitigasi jangka pendek maupun jangka panjang, di luar kebijakan fiskal dan moneter. Pertama, melanjutkan program optimalisasi Devisa Hasil Ekspor (DHE) sambil tetap memberikan insentif terbaik agar dunia usaha tetap berjalan dan tidak kekurangan likuiditas.
"Kedua, fokus dengan program orientasi ekspor dan substitusi impor. Ketiga, mendorong peningkatan nilai tambah atas komoditas-komoditas unggulan. Terutama di sektor pertanian, perkebunan dan maritim. Keempat, mendorong kebijakan revitalisasi sektor padat karya dan deregulasi," bebernya.
Baca Juga: Dihantui Tarif AS, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 - IHSG Rontok
Hal ini diharapkan bisa menekan high cost economy yang membebani dunia usaha dan bisa meningkatkan daya saing. Dengan kompleksitas ekonomi yang ada, rupiah mengalami fluktuasi dan tekanan nilai yang luar biasa.
"Maka pemerintah harus bisa membuat langkah-langkah untuk stabilisasi nilai tukar dengan program-program kebijakan yang terukur dan pro dengan dunia usaha," jelasnya.
"Kedua, fokus dengan program orientasi ekspor dan substitusi impor. Ketiga, mendorong peningkatan nilai tambah atas komoditas-komoditas unggulan. Terutama di sektor pertanian, perkebunan dan maritim. Keempat, mendorong kebijakan revitalisasi sektor padat karya dan deregulasi," bebernya.
Baca Juga: Dihantui Tarif AS, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 - IHSG Rontok
Hal ini diharapkan bisa menekan high cost economy yang membebani dunia usaha dan bisa meningkatkan daya saing. Dengan kompleksitas ekonomi yang ada, rupiah mengalami fluktuasi dan tekanan nilai yang luar biasa.
"Maka pemerintah harus bisa membuat langkah-langkah untuk stabilisasi nilai tukar dengan program-program kebijakan yang terukur dan pro dengan dunia usaha," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :