Balas Amukan Trump, China Gebuk AS dengan Tarif 84%

Kamis, 10 April 2025 - 07:23 WIB
Baca Juga: Perang Dagang dengan AS, China Bakal Lawan Sampai Titik Darah Penghabisan

Trump menandatangani perintah untuk mempertahankan TikTok tetap berjalan selama 75 hari lagi minggu lalu setelah terjadi kesepakatan potensial untuk menjual aplikasi tersebut kepada pemilik di Amerika dibekukan. Perwakilan ByteDance menelepon Gedung Putih mengisyaratkan bahwa Cina tidak akan lagi menyetujui kesepakatan tersebut sampai ada negosiasi tentang perdagangan dan tarif.

Dikatakan bahwa China mengalami defisit perdagangan jasa dengan AS sebesar USD26,57 miliar pada 2023, yang terdiri dari industri seperti asuransi, perbankan, dan akuntansi. Tarif Trump dirancang untuk menutup defisit perdagangan dengan negara-negara asing, tetapi tarif tersebut hanya dihitung berdasarkan perdagangan barang fisik dan berwujud.

"Sejarah dan fakta membuktikan bahwa kenaikan tarif Amerika Serikat tidak akan menyelesaikan masalah," ujar kementerian perdagangan China. "Sebaliknya, hal itu akan memicu fluktuasi tajam di pasar keuangan, mendorong tekanan inflasi AS, melemahkan basis industri AS, dan meningkatkan risiko resesi ekonomi AS, yang pada akhirnya hanya akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri."
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!