Fenomena IHSG Pasca-Lebaran: Penurunan Jadi Peluang untuk Rebound
Jum'at, 11 April 2025 - 23:30 WIB
"Sesuai dengan prediksi yang telah diungkapkan oleh Astronacci International. Di saat ada penurunan, menjadi peluang untuk rebound,” papar Gema Goeyardi, dalam siaran persnya, Jumat (11/4/2025).
Gema menyebut, kondisi terlihat sangat berat pada saat itu (pembukaan setelah libur Lebaran). Namun berdasarkan metode Time Trading dan siklus teknikal yang dianalisa, ini adalah area pembalikan.
“Kami tidak bicara berdasarkan ketakutan, tapi berdasarkan waktu dan probabilitas yang terukur. Di saat market jatuh, kita harus bisa melihat peluang kenaikan yang bisa terukur,” ungkap Gema.
Menurut Gema, tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi market masih menimbulkan kepanikan buat para investor. Meski demikian, dia menegaskan bahwa situasi seperti ini seharusnya tidak dihadapi dengan emosi.
“Trader yang punya strategi, justru siap saat momen seperti ini datang. Kuncinya adalah disiplin, bukan panik,” katanya.
Ia pun membagikan tips penting untuk menghadapi situasi pasar yang ekstrem. Pertama disiplin pada trading plan dan jangan terpancing euforia maupun ketakutan. Kedua, manfaatkan momen panic selling untuk screening saham-saham berkualitas di harga murah.
Gema menyebut, kondisi terlihat sangat berat pada saat itu (pembukaan setelah libur Lebaran). Namun berdasarkan metode Time Trading dan siklus teknikal yang dianalisa, ini adalah area pembalikan.
“Kami tidak bicara berdasarkan ketakutan, tapi berdasarkan waktu dan probabilitas yang terukur. Di saat market jatuh, kita harus bisa melihat peluang kenaikan yang bisa terukur,” ungkap Gema.
Menurut Gema, tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi market masih menimbulkan kepanikan buat para investor. Meski demikian, dia menegaskan bahwa situasi seperti ini seharusnya tidak dihadapi dengan emosi.
“Trader yang punya strategi, justru siap saat momen seperti ini datang. Kuncinya adalah disiplin, bukan panik,” katanya.
Ia pun membagikan tips penting untuk menghadapi situasi pasar yang ekstrem. Pertama disiplin pada trading plan dan jangan terpancing euforia maupun ketakutan. Kedua, manfaatkan momen panic selling untuk screening saham-saham berkualitas di harga murah.
Lihat Juga :