Sebut AS Merusak Perdagangan Bilateral, Rusia Tak Akan Pernah Minta Keringanan Sanksi
Selasa, 15 April 2025 - 11:12 WIB
Dia juga memberikan catatan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump mulai membahas kerja sama perdagangan dan ekonomi dengan Moskow. Dalam pembicaraan awal, disebutkan bahwa era Trump tidak merahasiakan bila mereka mengejar keuntungan material dalam keputusan kebijakan luar negerinya.
Menurut Lavrov, kerja sama ekonomi antara kedua negara yakni AS dan Rusia telah jatuh "sekitar 95% dibandingkan dengan puncak sekitar USD30 miliar pada sepuluh tahun yang lalu, sebagian besar karena sanksi ilegal."
Kerja sama di masa depan akan sepenuhnya bergantung pada Washington, kata Lavrov, sembari menekankan "Kami tidak mengejar siapa pun atau meminta sanksi dicabut."
Rusia telah berulang kali mengutuk sanksi Barat sebagai tindakan ilegal dan tidak efektif, dengan mengatakan mereka sudah gagal mengacaukan ekonomi Rusia atau mengisolasinya dari sistem keuangan global. Sanksi Barat dinilai malah menjadi bumerang pada negara-negara yang memberlakukan sanksi.
Sementara itu Rusia memilih fokus untuk mengalihkan perdagangan mereka ke Asia dan Global South, terutama China dan India.
Menurut Lavrov, kerja sama ekonomi antara kedua negara yakni AS dan Rusia telah jatuh "sekitar 95% dibandingkan dengan puncak sekitar USD30 miliar pada sepuluh tahun yang lalu, sebagian besar karena sanksi ilegal."
Kerja sama di masa depan akan sepenuhnya bergantung pada Washington, kata Lavrov, sembari menekankan "Kami tidak mengejar siapa pun atau meminta sanksi dicabut."
Rusia telah berulang kali mengutuk sanksi Barat sebagai tindakan ilegal dan tidak efektif, dengan mengatakan mereka sudah gagal mengacaukan ekonomi Rusia atau mengisolasinya dari sistem keuangan global. Sanksi Barat dinilai malah menjadi bumerang pada negara-negara yang memberlakukan sanksi.
Sementara itu Rusia memilih fokus untuk mengalihkan perdagangan mereka ke Asia dan Global South, terutama China dan India.
Lihat Juga :